Jumat, 20 September 2019

PT HIK di Tanjabtim Segera Beroperasi


Jumat, 15 Maret 2019 | 11:04:58 WIB


Bupati Tanjabtimur, Romi Hariyanto bertemu dengan Husin Arifin, Manager PT. Huma Indo Kelapa (HIK)
Bupati Tanjabtimur, Romi Hariyanto bertemu dengan Husin Arifin, Manager PT. Huma Indo Kelapa (HIK) / Nanang Suratno/Metrojambi.com

MUARASABAK – Kabar gembira bagi petani kelapa dalam yang ada di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Diperkirakan Juli mendatang, PT. Huma Indo Kelapa (HIK), yang berada di Kecamatan Sabak Barat, akan beroperasi. Pabrik pengolahan kelapa ini akan menampung kelapa bulat 100 ton perhari.

Dengan demikian, persoalan nilai jual dan pangsa pasar Kelapa selama ini akan terjawab. Pabrik ini akan menampung kelapa dalam dengan harga yang lebih baik dari saat ini. Yang terpenting adalah kestabilan harga kelapa dalam dapat terjaga.

“Kita dalam menentukan harga pembelian kelapa dalam dari petani berlaku seminggu. Dan kita akan trasparan soal harga, kita akan umumkan setiap hari Sabtu. Artinya, kalau kita sudah umumkan Sabtu harga sekian, harga itu akan berlaku hingga Sabtu depan,” ungkap Husin Arifin, Manager PT. Huma Indo Kelapa, saat kunjungi Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto.

Dijelaskan, PT HIK akan mengolah kelapa menjadi beberapa turunan. Diantaranya, tepung, ninyak, bungkil dan Tempurung.

Produk yang dihasilkan ini 80 persen akan diekspor ke luar negeri. Tepung dan minyak akan diekspor ke Thailand sebanyak 80 persen dari hasil produksi nantinya.

“Produk kita nanti memang semuanya standar ekspor. Thailand sudah minta dengan kita. Yang di dalam negeri seperti Jakarta palingan hanya 20 persen. Sisanya kita ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto meminta PT. HIK membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin menyuplai kelapa ke PT. HIK. Romi tidak ingin ada monopli segelintir orang. Makanya,untuk persoalan ini Romi meminta perusahaan berkoordinasi dengan Pemkab Tanjabtim.

“Kita tidak punya maksud apa-apa. Kita hanya tidak ingin ada monopoli, dan pada akhirnya merugikan petani. Mau kita perusahaan untung, Delivery Order (DO), untung, petani juga untung,” tegasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments