Rabu, 22 Mei 2019

TKA Asal China Ditemukan Bekerja di Sarolangun


Jumat, 15 Maret 2019 | 11:35:31 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Sarolangun angkat bicara terkait adanya beberapa orang asing yang masuk dan bekerja di salah satu perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sarolangun.

Anggota Timpora Sarolangun, Prioyo Sutopo, Kamis (14/03), mengatakan bahwa ada tiga orang asing yang bekerja di perusahaan PT Balsa Mandala Persada atau pabrik bahan baku pensil di Kecamatan Pelawan.

Tiga orang tersebut, katanya, terdiri dari dua orang sepasang suami istri asal china dan satu orang pemandu Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut yang juga berasal dari china.

"Informasi yang kita terima langsung kita tanggapi. Kita langsung turun ada dua orang, tidak bisa berbahasa Indonesia, laki-laki itu bekerja sebagai teknik mesin dan perempuan itu istrinya, dan ada pemandunya dari china," kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Kesbang dan Ormas di Kantor Kesbangpol Sarolangun itu.

Atas keberadaan orang asing tersebut, katanya, saat turun ke lapangan meminta sejumlah dokumen seperti paspor, visa dan izin tempat tinggalnya.

"Kita minta dokumennya kemarin, status dia keberadaannya di sini, minta paspornya dan visanya, dan izin tempat tinggal belum ada," katanya.

"Kita akan laporkan ke Imigrasi Jambi, kenapa bisa orang ini masuk. Karena yang punya wewenang tenaga asing ke Indonesia itu imigrasi," katanya.

Ia berharap ke depan, jika memang ada tenaga kerja asing yang masuk ke Kabupaten Sarolangun, pihak imigrasi Jambi menyampaikan surat tembusan ke Kesbangpol Sarolangun, sehingga keberadaan dan status TKA tersebut dapat diketahui dan tidak illegal.

"Kita sarankan imigrasi kalau ada orang asing masuk ke daerah kita atau daerah lain, kita harapkan ada tembusan ke Kesbangpol supaya bisa tahu, selama ini tidak ada, ketika ada TKA kita bisa tahu. Selama ini hanya ketika ada informasi kita langsung telepon imigrasi, seperti kejadian dulu," katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments