Selasa, 25 Juni 2019

Tiga WNI Selamat Dari Aksi Penembakan di Masjid Selandia Baru


Jumat, 15 Maret 2019 | 16:28:32 WIB


Aksi penembakan yang disiarkan langsung oleh pelaku
Aksi penembakan yang disiarkan langsung oleh pelaku / istimewa

JAKARTA-Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa tiga orang warga negara Indonesia (WNI) selamat dari aksi penembakan yang terjadi di satu masjid bernama Al-Noor di Kota Christchurch di Selandia Baru.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta pada Jumat setelah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Selandia Baru.

Menlu Retno menyebutkan bahwa saat terjadi penembakan terdapat enam orang WNI di mesjid tersebut, namun tiga WNI berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, tiga orang lainnya belum diketahui kondisinya.

"Saat terjadi penembakan, ada enam WNI di mesjid itu, tiga sudah konfirmasi berhasil menyelamatkan diri, dan tiga lainnya belum diketahui kondisinya," kata Menlu Retno, seperti dikutip Metrojambi.com dari Antara.

Untuk itu, pihak Kementerian Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan KBRI di Wellington untuk memastikan keadaan dari tiga orang WNI yang belum diketahui kondisinya tersebut.

"Hari ini saya akan terus berkomunikasi dengan duta besar kita di Wellington untuk memastikan keadaan dari tiga WNI lainnya yang belum bisa dihubungi," ujar Menlu Retno.

Berdasarkan catatan Kemenlu, terdapat 330 orang WNI yang bermukim di kota Christchurch di Selandia Baru, dan 130 diantaranya adalah mahasiswa.
Sebelumnya, telah terjadi aksi penembakan di masjid Al-Noor di kota Christchurch di Selandia Baru pada saat sejumlah umat Islam sedang beribadah di mesjid tersebut pada Jumat (15/3).

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa seorang saksi mata mengatakan banyak korban tewas dalam aksi penembakan massal di masjid tersebut.
Namun, pihak Kepolisian Selandia Baru belum menggambarkan skala insiden penembakan itu, tetapi menyerukan kepada semua orang untuk tetap berada di dalam ruangan.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments