Minggu, 19 Mei 2019

Serahkan SK CPNS, Bupati Tanjabtim: Jangan Digadaikan untuk Beli Kendaraan


Jumat, 15 Maret 2019 | 19:21:38 WIB


Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto saat menyerahkan SK CPNS, Jumat (15/3)
Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto saat menyerahkan SK CPNS, Jumat (15/3) / Metrojambi.com

MUARASABAK – Sebanyak 96 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tahun 2018, Jumat (15/3), telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. SK tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto.

Dalam pengarahannya Romi meminta agar SK CPNS yang telah diterima tersebut jangan digadaikan, apalagi kalau hanya untuk keperluan membeli kendaraan.

“Jangan gadaikan SK hanya untuk membeli motor atau mobil, kecuali untuk membeli rumah atau kebun, silakan,” pesan Romi saat menyerahkan SK CPNS usai Salat Ashar di Masjid Agung Annur Addarajat.

Selain mengajak puluhan CPNS untuk membuat komitment secara lisan, terkait SK yang tidak boleh digadai untuk membeli kendaraan, Romi juga mengajak para CPNS untuk sepenuhnya mengabdikan diri di Kabupaten Tanjabtim. Salah satunya dengan berdomisili atau menetap di Kabupaten Tanjabtim.

“Jangan kita beli rokok di Jambi, tapi buang puntungnya di Tanjabtim,” ujarnya.

Ajakan Romi kepada puluhan CPNS yang baru mengantongi SK CPNS tersebut cukup beralasan, pasalnya dari 96 CPNS tersebut hanya sekitar 30 persen saja yang berasal dari Tanjabtim.

“Kalian telah berhasil berkompetisi secara sehat, tanpa adanya sogok menyogok saat penjaringan CPNS. Sekarang mari berkopempetisi kembali, dalam hal pengabdian dan kinerja sebagai seorang abdi negara,” kata Romi.

Ajakan Romi disambut baik oleh seluruh CPNS, para CPSN akan berkomitment untuk tidak menggadaikan SK untuk membeli kendaraan, dan berjanji akan berdomisili di Kabupaten Tanjabtim.

Irene Mardova misalnya, salah seorang CPNS asal Provinsi Sumatera Barat ini, berjanji akan secepatnya berdomisili di Kabupaten Tanjabtim. Beberapa komitment lisan yang diminta Bupati Romi, menurut Irenne merupakan hal yang lumrah karena terkait kedisplinan seorang ASN.

“Saya janji secepatnya akan menetap di Tanjabtim, dan berjanji tidak akan menggadai SK CPNS untuk sekedar membeli kendaraan,” kata Irenne, yang mengaku telah tiga kali mengikuti tes CPNS dan akhirnya dinyatakan lulus pada tes CPNS ketiga yakni di Kabupaten Tanjabtim.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments