Selasa, 15 Oktober 2019

Dianto Minta Bupati Sampaikan Kebutuhan Alat Ukur Udara


Senin, 16 September 2019 | 16:21:29 WIB


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M Dianto / Humas Provinsi Jambi

JAMBI - Kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi belum juga hilang. Bahkan, kian hari masyarakat merasakan kabut asap kian pekat dan mengganggu aktivitas serta kesehatan. Mirisnya, beberapa Kabupaten/kota belum memiliki alat ukur kualitas udara terkait Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M Dianto mengatakan, jika memang nantinya ada kabupaten/kota yang tidak memiliki dan membutuhkan alat itu, maka dirinya meminta Bupati bersangkutan untuk menyampaikan ke pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Sehingga nantinya kita minta dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi yang menilai, mengukur udara di daerah itu. Jadi komunikasi. Apa yang tidak ada di kabupaten/kota minta di Provinsi. Begitu juga Provinsi jika tidak ada, meminta juga ke pusat," tuturnya, Senin (16/9/2019).

Sedangkan untuk anggaran sendiri, Dianto menyebut ini adalah musibah. Tak ayal apabila tidak direncanakan (dana, red). "Musibah itu tidak direncanakan. Kalau direncanakan pasti anggaran kita siapkan. Inikan musibah," kata Dianto.

Apabila pihak Pemprov ternyata tidak sanggup akan anggaran tersebut, maka Pemprov Jambi pun meminta bantuan ke pusat. "Itu kalau kita tidak sanggup. Tetapi dasar suratnya minta terlebih dahulu dari Kabupaten/kota yang memerlukan keadaan udara sehat atau tidak sehatnya udara di sana," sampainya.

Sebelumnya diketahui di Kota Jambi terdapat alat pengukur kualitas udara milik DLH Provinsi Jambi yang mengalami kerusakan dan dalam perbaikan. Sedangkan untuk pengadaan alat yang baru, menurut Kepala DLH Provinsi Jambi Evi Primawati mengatakan sangat mahal. Alhasil pengukuran ISPU dilakukan secara manual.

"Alatnya sendiri sangat mahal, dimana 1 alat pengukur kualitas udara itu saja hampir 1 miliar. Dan kita mendapatkan bantuan alat dari Kementerian, jadi sementara manual saja," ujarnya beberapa waktu lalu.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Humas Provinsi Jambi


comments