Senin, 20 Mei 2019

Investasi Tahun 2018 Tidak Capai Target


Sabtu, 16 Maret 2019 | 11:02:40 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Realisasi investasi di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2018 tidak mencapai target. Hingga akhir tahun, realisasi investasi di Provinsi Jambi sekitar Rp 4,5 triliun, sementara target yang ditetapkan adalah Rp 5,2 T.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengatakan tidak tercapainya target investasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain adalah pengaruh ekonomi global, sehingga investor masih menunggu kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi.

"Kalau suku bunga bank federal itu tinggi, mereka akan lebih memilih menyimpan uang di bank," ujarnya, Jumat (15/3).

Selain itu, Imron mengatakan suhu politik di Indonesia juga mempengaruhi keinginan investor untuk menanamkan uangnya di suatu daerah. Karena sebagian besar investor menunggu hasil Pemilihan presiden (Pilpres) beberapa bulan mendatang. Sebab, investor akan menunggu kebijakan-kebijakan dari presiden terpilih nanti.

Pengaruh ini, kata Imron, lebih banyak berasal dari global dan nasional. Sebab jika dilihat dari sisi pemerintah daerah, tidak terlalu berpengaruh.

Lebih lanjut Imron menyebut investor hanya akan melihat kondisi daerah, aman atau tidak untuk berinvestasi. Apakah di daerah itu sering terjadi konflik atau berdasarkan letak geografis daerah tersebut.

"Kalau di Jambi lebih bagus, dari sisi keamanan. Konflik tidak begitu banyak, serta aksi-aksi unjuk rasa juga tak banyak. Dibanding dengan Sumatera Barat, Jambi juga lebih tinggi realisasi investasinya. Karena di Sumbar itu, letak geografisnya rawan gempa," sampainya.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya minat investor untuk berinvestasi di Jambi cukup tinggi. Karena untuk rencana investasi Provinsi Jambi pada 2018 lalu mencapai Rp 38,9 T. Hanya saja, untuk realisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut di atas.

Hal yang menunjang realisasi investasi menurutnya adalah pelayanan di daerah, sedangkan pelayanan di Provinsi Jambi sudah cukup baik. Serta Online Single submission (OSS) sudah berjalan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Sedangkan mengenai jenis investasi di 2018, Imron menyebut masih didominasi oleh sektor primer, atau bahan baku. Seperti kehutanan, tanaman pangan, perkebunan. Investasi dari sektor primer ini mencapai 46 persen lebih dari total nilai investasi.

Sementara untuk sektor sekunder berupa industri kayu, atau turunan bahan baku lainnya baru mencapai 37,9 persen. Selanjutnya untuk sektor tersier sebesar 22,3 persen.

"Kita punya kebijakan mengarahkan rencana investasi ke arah hilirisasi atau sekunder. Tidak lagi diarahkan ke sektor primer. Karena resiko berinvestasi di sektor primer itu cukup banyak. Seperti rentan terpengaruh gejolak ekonomi global, serta nilai tambahnya lebih rendah," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments