Rabu, 22 Mei 2019

Bekraf Dukung Ekosistem Ekonomi Kreatif Jambi


Sabtu, 16 Maret 2019 | 11:32:18 WIB


Kegiatan Temu Bisnis Perbankan Syariah di Swiss Bell Hotel Jambi
Kegiatan Temu Bisnis Perbankan Syariah di Swiss Bell Hotel Jambi / Rina

JAMBI - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Jambi. Bekraf meningkatkan pemahaman pembiayaan Perbankan Syariah serta pengelolaan keuangan usaha melalui kegiatan Temu Bisnis Perbankan Syariah di Swiss Bell Hotel Jambi, Sabtu (16/3).

Perbankan syariah sendiri adalah salah satu alternatif pembiayaan yang bisa diakses pelaku ekonomi kreatif untuk memenuhi kebutuhan permodalan dan mengembangkan usaha.

Sekitar 200 pelaku ekonomi kreatif Jambi berkesempatan bertemu dengan BNI Syariah sebagai perwakilan Perbankan Syariah, untuk mengetahui pembiayaan BNI Syariah beserta cara mengaksesnya.

Pimpinan Komisi X DPR-RI, IR. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM, berkesempatan hadir sekaligus memberikan sambutan bertema peran DPR untuk perkembangan ekonomi kreatif didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jambi, Ariansyah, serta Manager PT BNI Syariah Kota Jambi, Sahmad, S.Kom.

Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu, mengatakan bahwa Jambi memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan.

"Maka Bekraf untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif Jambi dari sisi permodalan perbankan syariah dan cara mengelola keuangan usaha," tuturnya.

Ia menyebut masih banyak keluhan yang terjadi di Jambi."Terdapat dua keluhan dalam mengembangkan usaha yaitu dari sisi permodalan dan mengelola keuangan usaha. Dan kami (Bekraf,red) hadir disini sebagai solusi kemajuan pelaku ekonomi kreatif di Jambi," katanya.

Yuke berharap, para pelaku usaha maupun bisnis di Jambi agar terus memotivasi diri dalam setiap usaha yang dijalaninya. "Harapannya untuk terus mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih produktif dan kreatif lagi," sampainya.

Bekraf juga menghadirkan financial planner, Ahmad Gozali yang menjelaskan cara merencanakan dan mengelola keuangan usaha. Ia menekankan, pentingnya laporan keuangan usaha karena bisa digunakan sebagai dasar strategi bisnis.

"Sesuatu yang sulit diukur akan sulit diatur.  Jangan sampai dapur pribadi menggerogoti bisnis sendiri," ujarnya.

Selain itu, Bekraf turut mengundang CEO KAABA, Gerryadi Agusta Sachanity untuk menceritakan perjalanan usaha miliknya.
Sehingga diharapkan, pelaku ekonomi kreatif Jambi mendapat pengetahuan mengembangkan usaha dan menerapkannya pada usaha mereka.

Rina


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments