Jumat, 7 Agustus 2020

BTNKS Dorong Masyarakat Manfaatkan Kecombrang


Sabtu, 16 Maret 2019 | 18:32:39 WIB


Kecombrang
Kecombrang / Antara

BENGKULU- Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mendorong kelompok masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, guna memanfaatkan tanaman kecombrang (Etlingera elatior) yang banyak tumbuh di dalam kawasan itu guna dijadikan minuman jenis sirop.

Kepala Seksi Wilayah VI TNKS, M Zainudin saat ditemui di kantornya di Rejang Lebong, Sabtu, mengatakan pemanfaatan tanaman kecombrang atau disebut warga setempat "unji" banyak dijumpai di kawasan wisata hutan Madapi yang berada dalam kawasan TNKS wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya.

"Sejak beberapa tahun ini sudah ada masyarakat yang mengolah kekayaan alam di kawasan TNKS tersebut untuk dijadikan sirop dan dodol," katanya.

Kelompok warga yang mengolah tanaman unji ini adalah kaum ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya.

"Warga sekitar kawasan hutan Madapi ini selain menjadi tanaman unji sebagai sirop dan dodol, juga mengolah tanaman pakis yang juga banyak tumbuh di dalam hutan Madapi menjadi makanan ringan jenis rempeyek," tambah dia.

Adanya terobosan dari kelompok masyarakat di sekitar kawasan TNKS itu kata Zainudin, merupakan hal yang positip, karena selain akan memberikan nilai ekonomis warga setempat juga diharapkan dapat memberikan pemahaman mereka untuk turut serta menjaga kelestarian kawasan TNKS di wilayah itu.

Kawasan hutan Madapi yang diambil dari nama pohon Mahoni, Damar, Pinus di Kecamatan Bermani Ulu Raya ini sejak beberapa tahun belakangan telah menjadi lokasi wisata yang menarik dan terbukti dari tahun ke tahun jumlah pengunjung yang datang terus bertambah, hal ini terlihat dengan jumlah pengunjung yang datang pada 2018 lalu yag mencapai 4.897 orang.

Bertambahnya jumlah pengunjung hutan buatan hasil reboisasi lahan kritis yang memiliki luasan mencapai 212 hektare ini telah menyumbangkan pendapatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sebelumnya sebesar Rp15 juta naik menjadi Rp19,5 juta, dan pada 2018 lalu terealisasi Rp25,9 juta.


Penulis: Antara
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments