Rabu, 11 Desember 2019

Timdu Provinsi Jambi Sosialisasi Penyelesaian Illegal Drilling


Rabu, 14 Agustus 2019 | 10:03:08 WIB


Timdu Provinsi Jambi menggelar sosialisasi untuk penyelesaian aktivitas illegal drilling.
Timdu Provinsi Jambi menggelar sosialisasi untuk penyelesaian aktivitas illegal drilling. / istimewa

JAMBI-Bertempat di Balai Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Selasa (13/8), Timdu Provinsi Jambi menggelar sosialisasi untuk penyelesaian aktivitas illegal drilling.

Sejumlah pihak hadir dalam pertemuan tersebut. Mulai dari pihak Dinas ESDM Provinsi Jambi, SKK Migas, Asisten II Setda Muaro Jambi, dan Pertamina Jambi.

Lalu juga hadir Kasubdit Bunpolmas Polda Jambi, Kasubdit Konflik Pemerintah dan Keamanan Kesbangpol Provinsi Jambi, Kapolsek Sungai Bahar, pihak kecamatan, aparat dan warga desa.

Dalam pertemuan tersebut, warga Desa Bukit Subur, Aris menyampaikan bahwa aktivitas illegal drilling semakin menjamur.

Sebagian masyarakat, kata dia, saat ini justru mendapat penghasilan tambahan. Masuknya para pengusaha dari luar ke Desa Bukit Subur diduga ada yang mengarahkan. Pemilik lahan mendapat keuntungan.

"Namun saat ini masyarakat terpecah pro dan kontra," ujarnya seperti dikutip dari rilis yang diterima metrojambi.com. Dia meminta agar suasana pro dan kontra didinginkan. Kalau memang hasil bumi bisa dikelola agar diarahkan oleh pemerintah.

Menanggapi hal ini Asisten II Setda Muaro Jambi bahwa kegiatan illegal driling tidak dapat ditolerir karena melanggar undang-undang. Fiet Haryadi selaku Kasubdit Konflik Pemerintah dan Keamanan Kesbangpol Provinsi Jambi menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sudah membentuk Tim Terpadu untuk penanganan illegal driling di Desa Bukit Subur.

Pemerintah akan memperhatikan aspek kesejahteraan masyarakat yang terdampak ditutupnya illegal driling melalui program pemerintah dengan syarat tidak lagi melaksanakan kegiatan illegal driling.

"Jika tidak diindahkan maka akan dilaksanakan penegakan hukum. Dalam waktu dekat tim dari Kementrian Polhukam akan datang ke Jambi sehubungan dengan illegal driling," katanya.

Sementara itu, Forum Pemuda Peduli Lingkungan Desa Bukit Subur, Adnan, menjelaskan bahwa kegiatan illegal driling sudah disepakati untuk tutup sehingga diharapkan agar ditutup permanen mengingat hal ini sdh menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat. Namun pada kesempatan itu dia menanyakan apa tindakan riil dari pemerintah.

Menanggapi hal ini Asisten II Setda Muaro Jambi menjelaskan bahwa penanganan permasalahan ini membutuhkan proses.  Pada akhir pertemuan, Karmin selaku Pj Kades Bukit Subur menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberi kesadaran bagi masyarakat dengan harapan agar warga tidak lagi melakukan aktivitas ilegal driling dan masyarakat yang pro dan kontra diharapkan dapat bersatu kembali. Sebagai tindak lanjut maka tim dinas ESDM Provinsi Jambi dan Timdu Provinsi Jambi akan melaksanakan cek lapangan ke lokasi illegal driling di Desa Bukit Subur pada tanggal 19 Agustus 2019 mendatang.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments