Minggu, 25 Agustus 2019

Belum Diresmikan, RTH Taman Anggrek Sri Soedewi Sudah Dibuka untuk Umum


Selasa, 19 Maret 2019 | 14:59:05 WIB


Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Anggrek Sri Soedewi
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Anggrek Sri Soedewi / Rina/Metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi hingga saat ini belum meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Anggrek Sri Soedewi yang berlokasi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Namun dari pantauan di lapangan, taman tersebut sudah mulai dibuka untuk umum.

Jembatan atau sky walk yang berada di dalam taman juga terlihat sudah mulai didatangi pengunjung. Sebelumnya, Sekda Provinsi Jambi M Dianto meminta agar jembatan itu diperbaiki karena dinilai tidak aman.

M. Dianto ketika dikonfirmasi, Senin (18/3), mengatakan dirinya sudah menghubungi Kepala Biro Aset untuk mengadakan pertemuan dengan Kadis PUPR Provinsi Jambi serta Satuan Kerja (Satker) Taman Anggrek.

"Kalau memang sudah siap, apakah sudah diuji coba sky walknya itu. Kalau kapasitas melebih seharusnya, bisa jatuh," ujarnya kepada awak media.

Pada sidaknya beberapa waktu lalu, dirinya mendapati ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki oleh pengembang. Khususnya untuk sky walk tersebut, ada las yang kurang sehingga dikhawatirkan berbahaya jika dinaiki pengunjung.

"Akan kami cek lagi ke sana," kata Dianto.

Ditanyakan mengenai peresmian yang molor, Dianto mengatakan molor itu karena penanggung jawab Taman Anggrek tidak melapor apakah pengerjaan sudah siap atau belum.

"Kitapun sudah rapat staf kemarin, siapa yang bertanggung jawab. Kalau dari segi pengamanan, Satpol PP sudah menyatakan kesiapan. Kemudian tanggung jawab pemeliharaan, di PUPR. Selanjutnya apakah nanti akan diserahkan ke UPTD Taman Anggrek atau ke Dinas Lingkungan Hidup yang membawahi soal RTH," terangnya.

Menurut Dianto, pelaksanaan proyek Taman Anggrek, sebenarnya sudah selesai pada akhir tahun 2018. Hanya saja ada perbaikan yang harus dilakukan. Dia mengakui, banyak pihak bertanya-tanya mengapa Taman Anggrek masih belum dibuka, padahal sudah lama.

"Sudah dibuka. Karena jangka waktu lama, itu menimbulkan pertanyaan dari beberapa pihak. Kemarin itu, kami maunya Taman Anggrek dibuka langsung sekaligus diresmikan," ujarnya.

Dianto juga mengatakan sangat dibutuhkan standar daya tampung sky walk tersebut. Harus ada pembatasan jumlah pengunjung yang melewati sky walk secara bersamaan.

Untuk diketahui, salah satu objek wisata yang dekat dengan Kantor Gubernur Jambi itu dibangun dengan menggunakan dana APBD sebesar Rp 2 miliar untuk jembatan dan APBN Rp 6,7 miliar untuk RTH.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments