Selasa, 21 Mei 2019

Saksi Kompak Ngaku Tak Terima Uang, Headline Harian Pagi Metrojambi Edisi Kamis 21 Maret 2019

KPK Periksa 13 Anggota Dewan, Kasus Suap Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:59:28 WIB


/

JAMBI – Sesuai jadwal, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kemarin (20/3), kembali mengagendakan pemeriksaan saksi untuk 13 tersangka kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018.

Informasinya, ada 14 saksi yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif, dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Anggota dewan aktif yang dipanggil berjumlah 13 orang, yakni Fachrurrozi, Muntalia, Sainudin, Eka Marlina, Hasyim Ayub, Salim Ismail, Agus Rahma, Wiwit Iswara, Syofian, Arahmad Eka P, Suprianto, Jamaludin, dan Edmon.

Satu saksi lainnya yang dipanggil adalah mantan anggota DPRD Provinsi Jambi Masnah Busro, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Muaro Jambi. Namun hingga sore ternyata Masnah Busro tidak hadir di Mapolda Jambi.

"Pemeriksaan terhadap saksi ini dilakukan di Mapolda Jambi mulai pagi hingga sore nanti (kemarin, red)," ujar Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah.
Pantauan di lapangan, sejak pagi sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi yang dipanggil untuk diperiksa telah datang ke Polda Jambi. Diantaranya, Muntalia, Salim Ismail, Fachrurrozi, Hasim Ayub, dan Agus Rama.

"Kita dipanggil KPK sebagai saksi," kata anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PKB, Fachrurrozi menjawab pertanyaan wartawan.Anggota Fraksi PKB lainnya, Sainudin juga mengaku dirinya ikut diperiksa. Ia diperiksa selama lebih kurang 3 jam di salah satu ruangan di gedung lama Mapolda Jambi. "Saya diminta memberikan keterangan sebagai saksi," ujarnya.

Sainudin juga membantah menerima uang suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018. "Saya tidak menerima uang," tegasnya.

Baca selengkapnya di Harian Pagi Metrojambi


Penulis: (cr1/fdy)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments