Senin, 27 Mei 2019

Siswa SMP 11 Batanghari Belajar Membuat Roket


Kamis, 21 Maret 2019 | 11:35:53 WIB


Kegiatan praktik pembuatan roket air di SMPN 11 Kabupaten Batanghari, Jambi
Kegiatan praktik pembuatan roket air di SMPN 11 Kabupaten Batanghari, Jambi / Jainal Abidin

JAMBI – Siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Batanghari, mengikuti kegiatan praktik tentang pembuatan roket air, Selasa (19/03). Menurut guru pendamping, Titien Suprihatien, kegiatan tersebut merupakan bentuk aplikasi dari mata pelajaran IPA.

Untuk membuat roket air tersebut, siswa membawa botol bekas air mineral dan untuk ujung serta sayap roketnya dari karton.

”Ini merupakan kegiatan pembelajaran MIKiR yang dilakukan di luar kelas. Setelah dibuat, roket air tersebut kemudian diluncurkan,” ujarnya.

Menurutnya, MIKiR sendiri merupakan singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi setelah mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation.

”Tujuan kegiatan ini adalah, agar siswa dapat memahami konsep tekanan pada zat cair dan gas serta tentang hukum III Newton atau hukum aksi reaksi,” jelasnya.

Teori peluncuran roket air umumnya sama dengan teori melepaskan balon ke atas. Roket air memberikan gaya aksi yang sangat besar pada udara dengan mendorong udara keluar dari dalam botol dan mendorong air keluar.

Jumlah air yang paling ideal untuk dimasukkan ke dalam roket adalah 1/3 botol agar menghasilkan luncuran paling jauh. Tekanan udara yang diberikan ke botol air mineral berasal dari pompa sepeda.

”Tekanan di luar botol sangat besar dan dapat melontarkan roket air meluncur hingga ke atas melawan gaya gravitasi," katanya.

Titien berharap, siswa semakin aktif dengan pembelajaran tersebut dan mendapatkan banyak inspirasi setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation.

Selain itu, Titien juga mengingatkan percobaan ini harus hati-hati. “Karena bisa saja, tiba-tiba roket langsung meluncur, jadi perlu kehati-hatian,” ungkapnya.

Salah seorang siswa, Muhammad Syaifullah mengaku senang dengan pembelajaran tersebut, karena dapat mengembangkan kreatifitas dan pengetahuannya.

Apalagi, belajar seperti ini baginya menyenangkan. “Belajarnya menyenangkan, tidak sulit dan mudah difahami,” katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments