Kamis, 22 Agustus 2019

Kuota Guru untuk CPNS 2019 Belum Disampaikan, Kadisdik: Tidak Bisa Lewat Sistem


Senin, 22 Juli 2019 | 14:30:56 WIB


Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi Agus Herianto
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi Agus Herianto / istimewa

JAMBI - Kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 untuk lingkup Pemerintah Provinsi Jambi belum seluruhnya disampaikan. Kuota yang disampaikan ke pusat beberapa minggu lalu, minus kuota untuk formasi guru.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi Agus Herianto tidak menampik bahwa pihaknya terlambat menyerahkan jumlah kebutuhan guru SMA/SMK untuk usulan CPNS.

Agus mengatakan, memang kebutuhan guru SMA/SMK di Provinsi Jambi tidak bisa dilakukan sesuai sistem. Pihaknya, kata Agus, harus mengecek ke masing-masing satuan pendidikan di Provinsi Jambi.

Selama ini, lanjut Agus, pemenuhan kebutuhan guru di masing-masing satuan pendidikan menggunakan guru honor. Katika di cek di Data Pokok Pendidikan, tercantum nama guru-guru honor tersebut. Sebab, sebagian besar guru honor juga memiliki sertifikat mengajar.

"Memang kita telat menyerahkan. Kebutuhan guru itu tidak bisa by system. Pemenuhan kebutuhan guru selama ini menggunakan guru honor, itu ada di Dapodik. Kita terlambat, karena harus di cek ke satuan pendidikan itu satu persatu," jelasnya.

Pengajuan usulan kebutuhan CPNS untuk pertimbangan formasi CPNS seharusnya paling lambat akhir Juni lalu. Namun Dinas Pendidikan menyerahkan setelah tenggal waktu habis.

Agus mengatakan, pihaknya akan diundang pada rapat pembahasan dengan BKN untuk formasi CPNS ini. "Biasanya kami diundang. Nanti di dalam rapayt itu, akan diketahui apakah usulan kita sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atau belum," paparnya.

Ditanyakan berapa kebutuhan atau jumlah kekurangan guru SMA/SMK di Provinsi Jambi, Agus mengatakan sebenarnya kebutuhan guru sudah cukup. Hanya saja, penyebarannya belum merata.

Ditambah lagi dengan adanya guru honor, membantu menutupi kekurangan guru di satuan pendidikan. "Ditambah lagi guru honor, kemungkinan diangkat menjadi PPPK," katanya.

Sebelumnya, Pahari, Kepala Bidang Pengadaan, Kepangkatan, Pensiun (PKP) dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi mengatakan, hampir semua OPD menyerahkan jumlag kebutuhan CPNS untuk dikirimkan ke pusat.

Dikatakan Pahari, pihaknya telah menyerahkan usulan tersebut ke Kemenpan RB beberapa minggu lalu. Hanya saja dalam usulan itu, tidak termasuk pengusulan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi karena terlambat menyerahkan.

Namun Pahari mengatakan, pangajuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi tersebut akan menyusul diajukan. Ketika system sudah dibuka kembali oleh pusat, maka bisa diajukan.

"Dinas Pendidikan mengenai kebutuhan guru menyusul," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments