Rabu, 18 September 2019

Jejak Karya Leluhur di Negeri Seribu Menhir Pasemah


Sabtu, 23 Maret 2019 | 10:45:54 WIB


/ istimewa

Oleh : M. Ali Surakhman *)

PASEMAH
adalah satu wilayah di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, Provinsi Sumatra Selatan. Daerah ini secara georafis merupakan suatu wilayah dataran tinggi, dan posisinya masih satu rangkaian dengan Bukit Barisan di pulau Sumatra. Hutan alam tropis dengan kondisi perbukitan batu-batu cadas, merupakan satuan batuan beku dengan jenis batuan andesit, dan dilalui oleh beberapa anak sungai (wilayah Batang Hari Sembilan), adalah daerah yang subur dan sangat potensial bagi kehidupan masyarakat purba atau prasejarah, dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup mereka yang secara naluriah dan adaptif masih lebih mengandalkan ketersediaan bahan makanan dari alam.

Di bumi Pasemah ini banyak ditemukan artifak purba tinggalan budaya Megalitikum (Batu Besar), seperti: Patung Batu, Kubur Batu, Lukisan Dinding Kubur Batu, Batu Bergores, Gambar Gores di Dinding Cadas, Dolmen, Lumpang Batu, Menhir, dan lain sebagainya. Wilayah sebar budaya Megalitikum Indonesia ditemukan di beberapa tempat diantaranya: Sumatra, Nias, Jawa, Bali, Sumba, Sulawesi, dan lain-lain. R.P. Soejono mengatakan, “di Indonesia tradisi megalitik muncul setelah tradisi bercocok-tanam atau bertani food-froducing mulai meluas, diperkirakan sejak zaman Neolitikum sampai dengan zaman Logam – Perunggu”.

Luasnya wilayah sebar dan banyaknya temuan artifak megalitik di bumi Pasemah ini, tentunya memunculkan banyak pula permasalahan yang menarik untuk dikaji atau diungkapkan segala sesuatu yang melingkupi patung megalitik peninggalan budaya prasejarah di Pasemah, baik dalam hal perupaan, nilai estetis, makna simbolis, dan termasuk pula nilai-nilai magis – mistis sesuai nilai-nilai kosmologi yang menyertainya.

Penulis: Oleh : M. Ali Surakhman *)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments