Minggu, 20 September 2020

Jejak Karya Leluhur di Negeri Seribu Menhir Pasemah


Sabtu, 23 Maret 2019 | 10:45:54 WIB


/ istimewa


Selain kecenderungan di atas, pada batu gores, gambar di dinding kubur batu maupun patung-patung batu besar tersebut, terlihat adanya atribut yang mengindikasikan terbuat dari bahan logam atau perunggu (nekara, pedang, gelang, kalung, dan anting-anting), baik yang dikenakan maupun sedang dibawa Artifak Purba Pasemah oleh orang atau tokoh seperti sosok yang mereka patungkan atau pahatkan. Para peneliti juga menyebutkan, bahwa patung megalitik merupakan satu jenis artifak dari temuan tinggalan yang terbanyak jumlah satuannya, dibandingkan artifak megalitik lainnya di Pasemah. 

Ketika manusia awal memulai hidup dan kehidupannya di muka bumi, mereka adalah pioneer tentu sangat wajar bila dalam berbagai hal menyangkut kehidupannya masih hidup dalam taraf serba sederhana. Secara kodrati dalam hidupnya manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan baik yang bersifat material (fisik) maupun spiritual (rohani). Untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya itu, maka manusiapun menciptakan segala sesuatu sesuai kebutuhan atau membuat piranti sebagai alat bantunya. Keberadaan piranti-piranti itu ada yang berwujud (kongkrit) benda-benda dan ada pula yang tak berwujud (abstrak) seperti aturan-aturan, nilai-nilai, bahasa, kesenian, kepercayaan, dan sebagainya. Sehubungan dengan hal-hal yang menyangkut kebutuhan dan upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia itulah, yang kemudian dalam batasan tertentu disebut kebudayaan.

Berdasarkan hasil-hasil penelitian pada temuan artifak purba para ahli prasejarah sepakat, bahwa pada saat kebudayaan Neolitikum masih berlangsung ternyata manusia prasejarah memiliki pula kecenderungan memanfaatkan batu besar dalam aktivitas kehidupannya, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan “arwah” dalam aktivitas kerohaniannya. Penggunaan media yang berupa batu-batu besar dikenal sebagai era kebudayaan Batu Besar (Megalitikum). Tradisi penggunaan batu besar ini ternyata terus berlangsung hingga masuk ke zaman kebudayaan logam, bahkan menurut para ahli di zaman Logam inilah kebudayaan Megalitikum itu mencapai puncak kesempurnaannya, mengingat sudah dipergunakannya alat-alat yang terbuat dari bahan logam.

Dari patung-patung yang berobjek tunggal, jelas bahwa para pematung Pasemah di kala itu memang merupakan pematung batu yang handal dan berkualitas. Patung manusia membawa nekara di Belumai III termasuk salah satu dari artifak patung megalitik Pasemah yang kondisinya masih lengkap. Patung di Belumai III ini secara teknis juga tergolong sempurna, karena dilihat dari unsur-unsur visualnya seperti karakter garis, volume, tekstur, warna, dan bentuk.


Penulis: Oleh : M. Ali Surakhman *)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments