Jumat, 23 Agustus 2019

UNBK di Kerinci Terganggu Voltase Listrik


Selasa, 26 Maret 2019 | 11:30:18 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Sebanyak 169 SMK di Provinsi Jambi melaksanakan Ujian Nasional Berbasis komputer (UNBK), yang berlangsung selama empat hari , yakni Senin (25/3) hingga Kamis (28/3) lusa.

Ketua UN Provinsi Jambi Sugiyono mengatakan, untuk ujian tahun ini baik SMK maupun SMA, 100 persen telah menggunakan sistem UNBK.

"Ada 169 SMK yang UNBK dan tahun ini semua SMA/SMK ataupun MA sudah UNBK semua," tuturnya, Senin (25/3).

Ditanya mengenai jumlah siswa SMK yang mengikuti UNBK, dirinya belum mengetahui pasti total jumlahnya. Sementara SMP dan MTS masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

"Itupun tinggal sedikit yang UNKP. Sekitar 285 sekolah dengan jumlah pesertanya 7900 an siswa," sebutnya.

Untuk mata pelajaran yang diujikan sendiri, Sugiyono menyebut ada beberapa mata pelajaran, diantaranya adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan, dengan setiap hari dibagi menjadi 3 sesi.

"Dalam sehari dibagi menjadi tiga sesi dan setiap siswa dengan paket soal berbeda," sampainya.

Sejauh ini, lanjut Sugiyono, belum ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan UNBK dihari pertama ini. Hanya saja terkendala aliran listrik di Kabupaten Kerinci, yakni di SMK 2 Kabupaten Kerinci yang sempat mengalami penundaan.

Sehingga, lanjutnya, waktu pelaksanaan menjadi molor, yang seharusnya di mulai pukul 07.30 WIB namun tertunda hingga pukul 09.00 WIB untuk sesi pertama.

"Terkendala voltase turun tapi alhamdulillah sudah berjalan semua, dan sejauh ini belum ada laporan lagi dari lapangan," katanya.

Selain itu, disampaikannya bahwa, tertundanya UNBK di SMK 2 Kerinci, karena belum normalnya aliran listrik untuk Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, akibat robohnya tiang sutet beberapa waktu lalu.

"Kemarin kan ada tiang sutetnya roboh jadi masih menggunakan diesel dari PLN, sedangkan diesel itukan tegangannya tidak normal, jadi tadi tegangannya agak turun. Tapi sekarang sudah normal kembali," jelasnya.

Sugiyono juga mengatakan, untuk kelulusan siswa tidak lagi ditentukan berdasarkan nilai UN yang diperoleh, melainkan kehadiran dalam UN itu sendiri.

"UN bukan momok yang menakutkan lagi karena bukan ditentukan dengan nilai. Tetapi ikut atau tidaknya dalam ujian, dan nantinya sekolah yang akan menentukan sesuai dengan nilai lapor," terangnya.

Apabila terdapat peserta yang tidak mengikuti UN dikarenakan sakit dan alasan yang ditolerir, maka peserta masih bisa mengikuti UN susulan. "Untuk jadwalnya sekitar tanggal 15-16 April nanti," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments