Selasa, 21 Mei 2019

Investasi yang Pas untuk Generasi Milenial


Jumat, 29 Maret 2019 | 11:07:15 WIB


/

Oleh Fandi Akhmad Kurniawan

ERA globalisasi terus berkembang dan semakin kompetitif dari tahun ke tahun. Pertumbuhan berbagai aspek akibat dari proses globalisasi ini pun jelas terlihat di sekitar kita, seperti perkembangan teknologi, perekonomian, kesehatan dan lain-lainnya.

Proses globalisasi pun tak luput dari peran sumber daya manusia yang ada di balik nya. Generasi awal 1980-an hingga awal 2000-an atau yang kini lebih akrab disebut sebagai Generasi Milenial atau Gen Y ini tak dapat dipungkiri menjadi salah satu pelaku utama di era globalisasi ini. Generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Gen Y pun harus bisa memanfaatkan perubahan zaman menjadi potensi untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Di era globalisasi ini, perencanaan hidup di kemudian hari adalah hal yang wajib dipikirkan sejak dini ketika seseorang sudah menginjak usia produktif.

Ketika baru saja menginjak masa produktif, generasi milenial sebagai pekerja muda mungkin tengah menikmati moment memiliki penghasilan dari bekerja. Sebagai generasi milenial yang memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan, kondisi ini menuntut para Gen Y untuk mulai menyisihkan sebagian pendapatan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik di kemudian hari. Akan tetapi, bila ingin mewujudkan impian hidup sejahtera di masa depan, terutama bagi para generasi milenial, menyisihkan atau menabung uang di bank saja tidaklah cukup. Ada banyak pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan keuangan di tempat yang lain. Mencari cara seperti menempatkan sebagian penghasilan di instrumen investasi seperti reksa dana, obligasi bahkan sampai saham dipercaya oleh generasi milenial menjadi cara yang lebih efektif dan efisien. Hasil investasi pun memiliki potensi memberikan pertumbuhan aset yang lebih besar, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih menjanjikan pula di masa mendatang.

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa alasan yang dapat menjadi pertimbangan para generasi milenial untuk mengembangkan keuangan di instrumen investasi :

1. Capital Gain
Capital Gain sendiri adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dibandingkan dengan harga jual saham tersebut, dimana harga jual lebih tinggi daripada harga beli awal saham. Misalnya seorang investor membeli saham A dengan harga per lembar nya adalan Rp. 20.000 kemudian setelah periode tertentu saham tersebut dapat terjual sebesar Rp.22.000, maka investor tersebut telah mendapatkan capital gain sebesar Rp. 2000 untuk setiap lembar saham yang ia jual. Untuk mendapatkan keuntungan maka kita harus bisa menentukan waktu yang tepat untuk membeli dan melepas saham nya. Dalam hal ini, para generasi milenial tentu dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk bisa menganalisis waktu tersebut menggunakan berbagai aplikasi dan juga tutorial-tutorial yang tersebar di Internet.

2. Saham mudah mengalahkan inflasi
Nilai mata uang termasuk Rupiah tak dipungkiri selalu naik turun secara fluktuatif sesuai dengan tingkat inflasi, dan situasi pasar. Inflasi sendiri adalah laju kenaikan harga barang dan jasa yang berisiko menggerus nilai uang. Misalnya, nilai uang yang dapat mencukupi kebutuhan saat ini belum tentu dapat bernilai sama di masa mendatang. Menempatkan uang dalam bentuk saham adalah cara yang efektif untuk menghindari inflasi. Berbeda dengan uang yang ditabung di bank, uang yang ditabung atau diinvestasikan pada saham akan tergantung dengan pertumbuhan perusahaan sekuritas pemilik saham. Dan rata-rata perusahaan sekuritas pemilik saham selalu mengalami pertumbuhan yang signifikan, sehingga menanam uang pada saham dapat menghindari resiko inflasi di masa mendatang

3. Peluang pertumbuhan saham yang terus berkembang pesat
Menginvestasikan uang pada saham memiliki peluang memperoleh keuntungan yang besar karena pertumbuhan ekonomi pun terus meningkat pesat secara positif dari tahun ke tahun. Generasi milenial dapat mulai memilih perusahaan sekuritas yang dilihat berpotensi terus berkembang secara signifikan agar dapat memperoleh keuntungan maksimal. Pertumbuhan perusahaan sekuritas yang positif pun memberikan keuntungan bagi para pemegang saham nya. Untuk menghindari resiko, memilih perusahaan BUMN dapat dijadikan alternative pilihan untuk menanam modal karena saham-saham perusahaan BUMN yang cenderung lebih stabil pergerakannya bahkan cenderung selalu meningkat. Sebagai contoh, 3 tahun yang lalu, saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di kisaran Rp 46.175 per lembar. Saat ini, harga saham di UNVR sudah bertengger di angka Rp 49.225 per lembar. Terbukti bahwa pertumbuhan nilai saham sangatlah menjanjikan.

4. Modal Investasi Saham Yang Terjangkau
Ketika mendengar istilah investasi, mungkin sempat terbayang jika nominal yang ditanamkan harus dalam jumlah yang besar agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal pula. Pemikiran seperti itu tidaklah selalu benar karena investasi saham kini semakin terjangkau bahkan untuk semua kalangan. Satuan pembelian saham adalah lot. Satu lot berarti ada 100 lembar saham. Nominal harga per lembar saham pun tidak selalu harus dalam jumlah atau nominal tinggi. Untuk para generasi milenial, pembelian saham pun bisa dimulai bahkan dari harga Rp. 1.000 per lembar nya. Sehingga, anggapan bahwa menanam saham harus dengan modal besar bukanlah menjadi alasan untuk mengurungkan niat untuk berinvestasi. Untuk para generasi milenial, pilihan untuk berinvestasi pada saham atau obligasi tentu lebih mudah jika dibandingkan dengan investasi di bidang properti yang membutuhkan modal hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

5. Investasi Saham Dapat Dilakukan Kapanpun dan Dimanapun
Sering ada anggapan bahwa memulai berinvestasi saham akan membutuhkan banyak waktu dan sarana yang tidak terjangkau oleh masyarakat umum. Anggapan ini tentu salah karena proses investasi saham sebenarnya sangat mudah dan praktis. Untuk para generasi milenial, kemajuan teknologi dewasa ini tentu sangat memberi keuntungan dalam proses berinvestasi. Di jaman milenial ini, cukup dengan memanfaatkan kecanggihan smartphone, para generasi milenial dapat memantau harga-harga saham secara cepat. Dalam berinvestasi saham, seorang pemegang saham bisa melakukannya secara online tanpa harus membawa dokumen apapun. Dalam memantau perkembangan saham pun tidak selalu menyita waktu banyak karena dapat selalu terpantau kapanpun cukup dengan membuka perangkat yang sudah terhubung ke aplikasi online pemantau saham bahkan para generasi milenial dapat melakukannya dari rumah sekalipun. Beberapa aplikasi online pendukung investasi saham adalah seperti RTI Bussiness, Investing.com , Poems Id, Stockbit, dan masih banyak lainnya. Aplikasi-aplikasi tersebut pun sudah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan para pemegang saham cukup dengan pemahaman sederhana.
Dengan beberapa alasan yang telah disebutkan diatas, berbagai keuntungan yang didapat dari berinvestasi saham sangatlah mudah, praktis dan menjanjikan. Keuntungan dalam berinvestasi saham memang tidak serta merta langsung didapatkan, kita harus mengerti teori-teori dalam berinvestasi dan juga belajar dari pengalaman, namun Generasi Milenial sangatlah diuntungkan karena sejak kecil telah akrab dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Sarana yang ada sangat mempermudah para calon investor untuk belajar dan memulai investasi saham dari sekarang. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat Sepanjang 2018 jumlah investor muda berusia 21-30 tahun mendominasi 39,72% jumlah investor. Adapun KSEI mencatat data Single Investor Identification (SID) per 26 Desember 2018, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia mencapai 1,6 juta. Angka ini meningkat 44,06% dibandingkan jumlah investor diperiode yang sama di 2017 sebesar 1,1 juta. Jumlah investor tersebut terkonsolidasi, yang terdiri dari investor Saham, Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga (SBSN) dan Efek lain yang tercatat di KSEI.

Artinya, sudah banyak Generasi Milenial yang sadar mengenai pentingnya menyiapkan dana untuk masa depan. Dengan perkembangan komunikasi, media, dan teknologi digital yang sangat pesat saat ini dan juga keakraban generasi sekarang dengan hal-hal tersebut maka memudahkan kita untuk menentukan strategi apa yang paling efektif dan efisien untuk mengatur keuangan pribadi. Pada akhirnya tidak ada lagi alasan untuk tidak memulai strategi tersebut dari sekarang. Yuk! Investasi saham! Demi masa depan yang lebih baik.
Penulis adalah mahasiswa PKN STAN


Penulis: Fandi Akhmad Kurniawan
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments