Kamis, 6 Mei 2021

Divonis 2,5 Tahun, Rekanan Proyek Pipanisasi Tanjabbar Banding


Senin, 01 April 2019 | 08:59:33 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Usai divonis paling berat dari tiga terdakwa lainnya, Wendi Leo Heriawan, rekanan proyek pembangunan pipanisasi air bersih di Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) tahun 2009-2010 memilih mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jambi.

Permohonan banding Kuasa Direktur PT Batur Artha Mandiri ini diajukan oleh penasehat hukumnya melalui Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi pada Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Insyayadi, ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi yang menangani perkara ini, ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengaku sudah mendapatkan pemberitahuan dari pengadilan terkait hal itu.

“Yang banding hanya Wendi Leo,” kata Insyayadi, Senin (1/4/2019).

Wendi Leo merupakan rekanan proyek senilai Rp 151 miliar, divonis dengan hukuman paling berat. Dia dihukum dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Menurutnya majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsisecara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsidair Pasal 3 jo 18 UU No 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 KUHPidana.

Selan itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 6 miliar rupiah. Apabila uang pengganti tidak dibayar satu bulan setelah putusan tetap, maka harta bendanya disita jaksa dan dilelang untuk mengganti kerugian negara.

Sementara tiga terdakwa lainnya yaitu Sabar Barus, Plt Kadis PU ini dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara, subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Hendy Kusuma dan Ery Dahlan, dijatuhi hukuman masing-masing 1 tahun penjara, denda 50 juta, subsider 3 bulan kurungan.

“Untuk tiga terdakwa ini, mereka tidak mengajukan banding dan putusannya inkracht (berkekuatan hukum tetap),” kata Insyayadi lagi.

Soal alasannya Wendi Leo mengajukan banding, Insyayadi mengaku belum mengetahuinya. “Kalau alasannya saya belum tahu, coba saja tanya dengan pengacaranya,” tukas Insyayadi.

Sementara itu, Elvisnadra, penasehat hukum Wendi Leo ketika dihubungi koran ini tidak menjawab panggilan.

Untuk diketahui,Wendi Leo Heriawan, dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. Sementara terdakwa lainnya yakniSabar Barus dituntut selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan penjara.

Sedangkan Pelaksana Lapangan (PL) PT Mega Citra Consultan Hendy Kusuma dan Direktur PT Mega Citra Konsultan, dituntut dengan tuntutan masing-masing satu tahun dan tiga bulan (15 bulan). Selain itu, keduanya juga dikenakan pidana denda sebesar Rp 50 juta, subsidair 6 bulan.

Seperti diketahui, keempat terdakwa ini diduga telah merugikan keuangan negara sebesar 18 miliar dari totol anggaran sebesar Rp 151 miliar. Dalam kasus ini, jaksa terlebih dahulu menjerat mantan Kadis PU Tanjabbar Hendri Sastra.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments