Senin, 22 April 2019

21 SD Negeri di Kota Jambi akan Dimerger


Senin, 01 April 2019 | 11:22:11 WIB


Arman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi
Arman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi / istimewa

JAMBI – Puluhan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Jambi akan dimerger, merger sekolah tersebut karena mengalami kekurangan siswa. Hal ini diungkapkan Arman, Kepala Dinas pendidikan Kota Jambi. Ia mengatakan jika siswa kurang dari 120 pada satu SDN maka akan dilakukan merger. 

Pihaknya telah melakukan verifikasi, ada 21 sekolah yang akan dilakukan merger. “Kita akan ajukan dulu ini kepada Walikota,” kata Arman. Arman menyebutkan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab SDN kekurangan murid. Diantaranya masalah disiplin guru, guru tidak kreatif, juga pembangunan SDN yang terlalu berdekatan dan sekolah swasta saat ini banyak yang bagus.

“Seperti di buluran ada sekolah yang berhadapan, seperti di seberang lebih memilih madrasah,” kata Arman. Dikatakan Arman, kini pihaknya tengah berupaya berbenah. Mendorong para guru di SDN supaya lebih kreatif dan disiplin.

“Kenapa sekolah swasta bisa lebih eksis dan anak-anaknya berprestasi. Hampir setiap kita adakan kejuaraan, yang menang sudah bisa di prediksi, kalau tidak Xaverius, Nurul Ilmi dan swasta lainnya,” ungkapnya.  "Persaingan kualitas,"ujarnya. Kata Arman yang dilakukan saat ini adalah membangkitkan tanggung jawab guru SDN, khususnya guru PNS.

"Jangan mengajar sekedar, harus ada tanggung jawab. Guru sertifikasi tu bisa dapat Rp9-10 juta sebulan, namun gaji yang besar tidak diimbangi dengan tanggung jawab, disiplin dan kesungguhan," sebutnya.

Untuk saat ini fasilitas guru untuk mengajar lebih mudah, tidak lagi perlu buat tulisan. Bisa download. "Yang penting paham IT," ujarnya.

Lebih lanjut Arman menyebutkan, nanti guru-guru yang sekolahnya akan dihapus tersebut juga akan dilakukan pemindahan (merger). Bangunan SDN yang akan dihapus juga akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

"Banguan sekolah itu nanti akan kita kembangkan menjadi paud, atau kerjasama dengan pihak kelurahan untuk diapakan. Namun tidak bisa kita jadikan SMP, karena tempatnya agak pelosok," imbuhnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments