Minggu, 29 Maret 2020

Tak Ada Jembatan Timbang, Angkutan Kelapa Sawit Sulit Ditertibkan


Selasa, 09 April 2019 | 14:01:41 WIB


Angkutan kelapa sawit
Angkutan kelapa sawit / Nanang Suratno/Metrojambi.com

MUARASABAK - Meski telah ada kesepakatan terkait tonase angkutan kelapa sawit yang diperbolehkan per 1 April lalu, namun Satuan Lalu Lintas Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) selaku pihak eksekutor mengaku sulit melakukan penertiban.

Kasat Lantas Polres Tanjabtim AKP Tesmirizal mengatakan berdasarkan kesepakatan, angkutan sawit dibatasi maksimal 7 ton, namun saat ini penertibannya belum maksimal. Tesmirizak mengatakan, pihaknya hingga saat ini hanya sekedar melakukan sosialiasi terkait adanya kesepakatan tonase tersebut.

"Kita sosialisasi dulu di lapangan. Lagian untuk memastikan tonase muatan mereka lebih dari 7 ton juga kita belum bisa memastikan karena belum adanya jembatan timbang," kata Tesmirizal, Selasa (9/4/2019).

"Yang jelas kita sosialisasi dulu. Mudah-mudahan sembari kita sosialisasi ada kejelasan mengenai pembangunan jembatan timbang," ujarnya menambahkan.

Terkait jembatan timbang sendiri, Tesmirizal mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jambi. "Mudah-mudahan pembangunan jembatan timbang ini segera terlealisasi," tandasnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, angkutan kelapa sawit sepertinya tidak mengindahkan kesepakatan yang telah dibuat. Setiap harinya angkutan sawit ini berkonvoi ria seperti biasa tanpa merasa khawatir akan ditindak atau ditilang.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments