Rabu, 21 Agustus 2019

Empat Kabupaten/kota di Provinsi Jambi Rawan Pemalsuan Surat Tanah


Rabu, 10 April 2019 | 15:13:26 WIB


AKBP M Edi Faryadi
AKBP M Edi Faryadi / Istimewa

JAMBI - Empat kabupaten/kota di Provinsi Jambi menjadi titik rawan dalam pemalsuan surat tanah. Keempat kabupaten/kota tersebut yakni Batanghari, Muaro Jambi, Sarolangun, dan Kota Jambi.

Berdasarkan informasi, untuk Kota Jambi ada 11 kasus pemalsuan surat tanah dan 6 kasus penyerobotan tanah yang ditangani polisi. Kemudian di Batanghari ada 8 kasus pemalsuan surat tanah.

Selanjutnya di Kabupaten Muaro Jambi asa 5 kasus pemalsuan surat tanah, dan di Kabupaten Sarolangun 5 kasus.

Sementara itu, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) ada 8 kasus penyerobotan tanah, dan di Kabupaten Bungo 11 kasus.

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS, melalui Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP M Edi Faryadi, Rabu (10/4/2019), mengatakan dalam kasus pemalsuan surat tanah, yang banyak ditemukan adalah surat perjanjian jual beli palsu, surat wasiat palsu, fatwa waris palsu, girik, kekitir palsu, dan surat keterangan pejabat bahwa tidak dalam sengketa.

"Ada juga pembuatan sertifikat palsu untuk menipu anggunan di bank," kata Edi.

Selain itu juga terjadi pemalsuan blanko, pemalsuan cap, dan tanda tangan serta surat asli dirubah huruf. Untuk itu, kata Edi, pihaknya bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) Provinsi Jambi menandatangani Memorandum Of Understanding (Mou) dalam hal pemberantasan tindak pidana agraria.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat sebelum melaksanakan jual beli tanah agar selalu berhati-hati, sehingga tidak terjerat oleh hukum.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments