Senin, 26 Agustus 2019

Butuh Uang untuk Main Games Online, Ari Wibowo Bobol Kotak Amal


Rabu, 10 April 2019 | 22:25:48 WIB


Kapolsek Jelutung AKP Johan C. Silaen saat merilis penangkapan pelaku pembobolan kotak amal
Kapolsek Jelutung AKP Johan C. Silaen saat merilis penangkapan pelaku pembobolan kotak amal / metrojambi.com

JAMBI – Butuh uang untuk main games online, Ari Wibowo (23) nekat membobol kotak amal di Masjid Darussalam dan Musala Darussalam, yang berada di wilayah Jelutung, Kota Jambi. Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Maret 2019 lalu.

Akibat perbuatannya, Ari Wibowo yang merupakan warga Jalan Harmoni, RT 30 Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, harus mendekam di sel tahanan Polsek Jelutung.

“Uangnya untuk main games di warnet. Juga untuk keperluan sehari-hari,” ujar Ari Wibowo saat ditemui di Mapolsek Jelutung, Rabu (10/4/2019).

Pengakuan Ari Wiboso, ia mengambil uang di kotak amal karena lebih mudah. Sebab tidak perlu lagi harus menjual. "Kalau kotak amal enak, tinggal pakai untuk main games dan kebutuhan lain," tandasnya

Sementara itu, Kapolsek Jelutung AKP Johan C. Silaen mengatakan, tersangka Ari Wibowo melakukan aksinya seorang diri. Dikatakan Johan, tersangka langsung membobol dua kotak amal, masing-masing di Masjid Darussalam dan Musala Darussalam.

“Jarak antara masjid dan musala hanya sekitar 100 meter, di Perumnas Kotabaru,” ujar Johan.

Lebih lanjut Johan mengatakan, tersangka membobol kotak amal menggunakan obeng. Di Masjid Darussalam tersangka berhasil mendapatkan uang Rp 300 ribu, sedangkan di Musala Darussalam sebesar Rp 1,1 juta.

Dikatakannya lagi, tersangka merupakan seorang residivis. Ia sudah tiga kali berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus yang sama.

"Dia ini residivis. Tahun 2012 ditangkap Polsek Kotabaru, dan tahun 2017 ditangkap Polsek Telanaipura. Baru keluar penjara Januari 2019 lalu," beber Johan.

Tersangka ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Jelutung saat sedang bermain games di warnet Fusion yang terletak di kawasan Pall V. Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi pada 1 April 2019 lalu.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," pungkas Johan.


Penulis: cr1
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments