Kamis, 22 Oktober 2020

Saksi dan Terdakwa Kasus OTT Suap Penerimaan CPNS Saling Bantah


Kamis, 11 April 2019 | 10:36:15 WIB


Petugas kejaksaan saat mengamankan uang terkait OTT oknum pegawai BKD Muaro Jambi.
Petugas kejaksaan saat mengamankan uang terkait OTT oknum pegawai BKD Muaro Jambi. / dok/metrojambi.com


Namun keberadaannya dirinya di tempat yang sama itu bukan ikut membahas soal uang,tapi karena ada keperluan yang harus dibahas dengan terdakwa. "Tapi saya tidak pernah membahas soal uang dengan terdakwa," jelasnya.

Kesaksian Budi tersebut, dibantah oleh terdakwa. Menurut terdakwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. "Saat itu saksi (red, Budi) berada di samping saya," katanya.

Bahkan kata terdakwa, Budi sempat mengatakan uang hasil suap CPNS tersebut akan dibagi dengan yang lainnya. "Saksi juga membahas soal uang yang rencananya adalah Rp 100 juta," papar terdakwa.

Seketika itu, Ketua Majelis Hakim, Dedy langsung melakukan konfrontir terhadap saksi dan terdakwa. Namun, saksi tetap membantah semua keterangan terdakwa tersebut.

"Saya tetap kepada keterangan saya yang mulia. Bahwa saya tidak pernah bahas soal uang dengan terdakwa," tegas saksi.

Sementara Kepala BKD Muaro Jambi Suriadin tidak banyak memberikan kesaksian di persidangan. Ia mengaku tidak mengetahui kasus suap tersebut.

"Sering saya perintahkan kepada bawahan untuk terjadi hal hal seperti ini," katanya. Terdakwa saat ini, sebut Suriadin masih berstatus diberhentikan sementara. "Dan masih terima gaji 50 persen," ucapnya.

Kasus OTT Muaro Jambi ini sempat heboh. Apalagi kasus ini melibat Kasubag Pengangkatan di BKD Muarojambi. Apalagi saat OTT dilakukan bertepatan penerimaan CPNS Tahun 2018.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments