Rabu, 19 Juni 2019

Kapolda Jambi Minta Personel Awasi Adanya "Serangan Fajar" Saat Hari Pencoblosan


Minggu, 14 April 2019 | 12:22:11 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat memimpin apel pergeseran pasukan dalam rangka back up pengamanan TPS Pemilu 2019, Minggu (14/3/2019)
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat memimpin apel pergeseran pasukan dalam rangka back up pengamanan TPS Pemilu 2019, Minggu (14/3/2019) / Metrojambi.com

JAMBI - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengerahkan 1.652 personel untuk pengamanan Pemilu 2019. 1.329 personel diantaranya dikirim untuk mem-back up Polres/ta dalam pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS), sedangkan 323 lainnya stand by di Polda Jambi.

Minggu (14/3/2019) pagi, 1.329 personel back up pengamanan TPS juga sudah digeser ke daerah. Pemberangkatan personel dilepas langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS.

Kepada personel yang digeser ke daerah, Muchlis berpesan begitu tiba agar segera menyesuaikan diri dengan lokasi tugas. Muchlis juga berpesan kepada seluruh personel yang bertugas untuk menjaga etika.

Muchlis juga menyampaikan apa saja yang harus dilakukan personel di lapangan. H-1 jelang pencoblosan, personel harus mengecek kesiapan TPS, serta melakukan survei terhadap rute perjalanan surat suara, termasuk sarana transportasi yang akan digunakan.

"Kalau lewat darat, kendaraannya bagaimana, apakah sudah siap, kondisinya juga harus di cek. Kalau lewat air, speed boat nya bagaimana, apakah sudah tersedia? Semua harus di cek," kata Muchlis.

Kemudian personel juga wajib mengecek kondisi kotak suara, apakah masih tersegel, serta tempat penyimpanannya. Serta kesiapan perangkat TPS.

"Kenali dan koordinasi dengan seluruh petugas yang ada, baik KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), Linmas, perangkat desa, maupun saksi," ujar Muchlis.

Selanjutnya pada hari H 17 April 2019, Muchlis menginstruksikan seluruh personel sudah harus berada di TPS 30 menit menjelang pencoblosan. Personel harus kembali melakukan pengecekan terhadap perangkat TPS, serta berkoordinasi dengan KPPS mengenai logistik Pemilu, apakah ada kekurangan atau sudah cukup.

Muchlis juga menegaskan jika personel pengamanan TPS harus mengawasi kemungkinan adanya money politic atau yang biasa diistilahkan dengan "serangan fajar".

"Pantau dan awasi jangan sampai ada "serangan fajar" atau money politic," tegas Muchlis.

Selain itu, Muchlis juga mengingatkan personel intuk stand by di TPS, serta mengawasi kondisi masyarakat di sekitar. Ia juga meminta meminta personel mengawasi kemungkinan adanya intimidasi yang bisa membuat pemilih menjadi tidak nyaman.

"Awasi juga kalau ada yang membawa senjata tajam atau senjata api," kata Muchlis.

Dikatakannya lagi, selama proses pencoblosan personel harus berada di luar area TPS. "Yang boleh berada di dalam TPS hanya KPPS. Kecuali personel dimintai bantuan oleh KPPS, baru boleh masuk," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments