Minggu, 22 September 2019

Ini Kronologis Pembunuhan Terhadap Afrizal yang Mayatnya Ditemukan di Kebun Teh


Sabtu, 13 April 2019 | 18:58:34 WIB


Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto saat mengekspos penangkapan pelaku pembunuhan, Sabtu (13/4/2019)
Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto saat mengekspos penangkapan pelaku pembunuhan, Sabtu (13/4/2019) / Metrojambi.com

KERINCI - Pihak kepolisian berhasil mengungkap penyebab kematian Afrizal (49), warga Koto Pegeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci yang mayatnya ditemukan di kawasan perkebunan teh Kayu Aro, Sabtu (6/4/2019).

Afrizal ternyata tewas setengah sengaja ditabrak oleh AM (49), warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. AM berbuat nekat karena cemburu korban menyelingkuhi istrinya.

Perselingkuhan korban dengan istri pelaku bahkan sudah berlangsung lebih murang lima tahun. Setelah mengetahui istrinya berselingkuh, pelaku menjadi emosi hingga berbuat nekat terhadap korban.<br>

<br>

Pembunuhan tersebut bermula pada Jumat (5/4) lalu, pelaku mendapat telepon dari iatrinya, yang mengaku telah dipukuli korban di objek wisata Aroma Pecco, Kayu Aro. Pelaku kemudian bergegas menuju Aroma Pecco.

Setibanya di Aroma Pecco, pelaku mendapati istrinya sudah tidak lagi bersama korban. Keduanya kemudian pergi dengan mengendarai mobil Carry pick up.

Sekira pukul 17.00 WIB, saat melintas di jalan Desa Bento, pelaku melihat ada orang yang tengah berlari. Lalu istri pelaku mengatakan jika yang sedang berlari itulah orang yang telah memukuli dirinya.

Seketika emosi pelaku memuncak. Ia pun langsung menginjak pedal gas mobil lalu menabrak korban yang tidak sempat menghindar.

"Korban ditabrak dari belakang hingga terpental ke aspal. Setelah menabrak korban, pelaku dan istrinya langsung melarikan diri," ujar Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto, Sabtu (13/4/2019).

Pelaku dan istrinya lantas menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya berinisiak HK. Beberapa jam kemudian, pelaku yang penasaran lantas mengecek informasi mengenai kondiai korban.

“Pelaku sempat ke Puskesmas setempat, namun tidak ada korban kecelakaan yang dirawat. Pelaku lantas kembali ke lokasi kejadian, dan mendengar ada suara ngorok. Diduga saat itu korban masih hidup, kemudian pelaku langsung pergi,” ungkapnya Dwi.

Akibat menabrak korban, lampu mobil pelaku pecah, dan pelaku bersama isteri langsung ke bengkel di Sungai Penuh untuk mengganti lampu mobil yang rusak. Sedangkan informasi mayat korban mulai tersebar pagi harinya, dan tersebar di media sosial.

Dikatakan Dwi, dari hasil penyelidikan dan pengakuan pelaku, bahwa isteri pelaku yang berinisial JL berselingkuh dengan korban. Dirinya baru mengetahui sejak 3 bulan lalu. Bahkan, pelaku juga sudah meminta kepada isterinya membuat surat pernyataan untuk tidak berselingkuh lagi.

“Motif pelaku melakukan tindakan tersebut lantaran emosi karena korban berselingkuh dengan isterinya,” ujar Dwi.

Lantas bagaimana dengan isteri pelaku, apakah ikut terlibat dan menjadi tersangka dalam kasus ini ? Menurut Dwi, untuk sementara isteri pelaku tidak dijadikan tersangka, karena dia hanya menunjuk kepada suaminya (pelaku) bahwa itulah Afrizal, namun tidak menyuruh untuk ditabrak.

“Isteri pelaku belum dijadikan tersangka, karena berdasar hasil penyelidikan tidak mengarakan ke isteri pelaku menjadi tersangka, karena dia hanya menunjuk dan tidak bermaksud meminta agar pelaku menabrak korban,” terangnya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, AM dijerat dengan pasal subsidair 338 tentang pembunuhan biasa dan primair 351 ayat1) tentang penganiayaan yang menyebab kematian dan terancam hukuman 15 tahun penjara.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments