Selasa, 16 Juli 2019

Warga Binaan Lapas Sarolangun Diajari Kerajinan Kayu


Minggu, 14 April 2019 | 21:00:47 WIB


/ metrojambi.com

SAROLANGUN - Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sarolangun dibekali pelatihan kerajinan kayu dari Kementerian Perindustrian. Ini dilakukan guna mendorong Industri Kecil dan Menengah (IKM) lebih berkembang di daerah itu.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dengan Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan tentang peningkatan pembinaan dan bimbingan kemandirian warga binaan.

Diharapkan, setelah mengikuti bimbingan teknis ini peserta warga binaan dapat memiliki keterampilan dan kemampuan yang baik dalam proses produksi pembuatan kerajinan kayu menjadi barang seni yang kreatif maupun untuk peningkatan kualitas dan finishing produk.

Sehingga, setelah selesai masa tahanannya nanti para warga binaan dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapatnya sebagai bekal menjadi wirausaha baru.

Bimbingan teknis Pembuatan Kerajinan Kayu ini dilaksanakan selama 6 hari, dari tanggal 9 hingga 14 April 2019 kemarin. Kegiatan itu diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sarolangun, dan dibuka secara langsung Direktur Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, E. Ratna Utarianingrum.

Ratna menyampaikan, bahwa tak sedikit produk kerajinan kayu asal Indonesia kerap diminati di berbagai negara. “Ini tak lain karena kualitas kerajinan kayu Indonesia yang tinggi. Tak hanya dari kualitas kayu, melainkan juga nilai seni yang terdapat pada produk-produk kerajinan tangan berbahan kayu yang ada di Indonesia,” ujar Ratna.

Ia juga menceritakan, bahwa tak hanya tampil sangat detail dan memiliki cita rasa seni yang tinggi, produk kerajinan kayu yang ada di Nusantara juga hadir dengan ciri khas yang menjadikannya berbeda dengan kerajinan kayu lainnya.

Selain itu, produk kerajinan kayu juga menjadi salah satu potensi ekspor dari Indonesia, yang pada tahun 2018, nilai ekspor kerajinan kayu mencapai 145 Juta USD dengan tujuan ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Belanda.

Untuk itu Ratna juga memberikan dukungan dan apresiasi kepada para peserta, dan berharap agar peserta dapat membangun citra positif dan juga dapat mendorong kemajuan sektor industri kerajinan yang pada akhirnya berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sarolangun.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments