Selasa, 16 Juli 2019

Masuki Masa Tenang, Ini Imbauan KPU dan Bawaslu untuk Masyarakat Sungai Penuh


Senin, 15 April 2019 | 15:19:46 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SUNGAIPENUH - Memasuki masa tenang menjelang hari pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kota Sungai Penuh mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat kampanye, khususnya kepada partai politik peserta Pemilu atau seluruh calon legislatif.

Ketua KPU Kota Sungai Penuh Irwan mengatakan, batas terakhir kampanye yang dilakukan Caleg adalah tanggal 13 April 2019 yang lalu. "Masa tenang kampanye selama tiga hari, mulai 14 sampai dengan 16 April 2019 mendatang, tinggal 2 hari lagi," ujarnya, Senin (15/4/2019).

Irwan meminta kepada seluruh peserta Pemilu 2019 di Kota Sungai Penuh untuk membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK), bahan kampanye, menghentikan penayangan iklan di media cetak dan elektronik, serta postingan di media sosial.

"Kita minta media untuk menghentikan penayangan iklan, karena sudah berakhir pada 14 April 2019 lalu," kata Irwan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh Jumiral Lestari mengatakan, selama masa tenang dua hari menjelang pemungutan suara, tidak diperkenankan adanya kegiatan kampanye lagi.

“Seperti mengumpulkan massa, mengadakan pertemuan tatap muka, serta menyebar alat kampanye, itu tidak boleh lagi, tahapannya sudah selesai. Sekarang, masa tenang peserta pemilu atau caleg hanya melaksanakan aktivitas biasa, tanpa ada kegiatan politik mengumpulkan massa lagi,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, beberapa hal juga perlu dihimbau, sebagai upaya mengumpulkan massa, seperti melakukan pelatihan saksi oleh parpol. Menurutnya, sebaiknya tidak dilakukan, karena masa pelatihan saksi parpol sudah berakhir pada 10 April 2019 kemarin.

“Pelatihan saksi parpol dilakukan oleh Bawaslu melalui Panwaslu Kecamatan, dan itu tahapannya sudah berakhir. Kita menghimbau Partai tidak mengumpulkan warga meski itu saksi parpol, agar tidak salah persepsi oleh masyarakat yang lainnya,” ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan money politic? Jumiral dengan tegas mengajak masyarakat menolak money politik dan peserta pemilu tidak melakukan praktik money politik. Jika kedapatan melakukan money politik, maka sanksinya adalah pidana.

“Sekarang sanksi money politik pidana, ini serius dan tidak main-main. Kita mengimbau peserta pemilu atau caleg tidak melakukan money politik. Kita dari Bawaslu Sungai Penuh, akan selalu mengawasi itu,” ujarnya.

Ditambahkannya, dalam rangka Pemilu dan Pilpres 2019  ini, Bawaslu Kota Sungai Penuh juga mengajak masyarakat Kota Sungai Penuh untuk menggunakan hak suara pada Rabu (17/4) besok. Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada seluruh jajaran, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Desa/Kelurahan, serta Pengawas TPS, untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai aturan.

“Mari kita sukseskan Pemilu dan Pilpres 2019 di Kota Sungai Penuh agar berlangsung dengan aman dan damai. Untuk itu perlu peran serta seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan. Kita yakin dan percaya Kota Sungaipenuh bisa membuktikan itu,” pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments