Selasa, 18 Juni 2019

Kebakaran di Sukarasi, Diduga Akibat Percikan Api yang Menyambar Bensin


Senin, 15 April 2019 | 21:23:18 WIB


Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sarolangun saat memadamkan api
Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sarolangun saat memadamkan api / metrojambi.com

SAROLANGUN – Peristiwa kebakaran sekira pukul 15.30 WIB, Senin (15/4/2019), terjadi di RT 07 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun. Kebakaran membakar satu unit rumah, steam mobil dan sepeda motor, serta warung sembako milik Sarinin.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, kebakaran diduga terjadi akibat percikan api yang menyambar bensin. Saat itu, saudara Adi tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin ke dalam botol untuk dijual secara eceran.

Diduga bensin yang diisi Adi ke dalam botol tumpah. Pada saat bersamaan, ada beberapa teman Adi yang sedang menyalakan api rokok. Api kemudian langsung menyambar bensin yang tumpah.

Adi bersama teman-temannya kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun tidak berhasil. Api dengan cepat membesar, karena di lokasi kejadian ada bensin. Api kemudian menyambar ke atap rumah dan membakar selururuh bagian rumah beserta isinya.

Akibat kejadian tersebut, Adi mengalami luka bakar di kedua kakinya dan harus dievakuasi ke RSUD Sarolangun. Sementara itu untuk kerugian materil, diprediksi mencapai Rp 300 juta.

“Api berhasil dipadamkan sekira pukul 16.30 WIB,” ujar Kepala Dinas Damkar Sarolangun Henriman.

Sementara itu, dari keterangkan Fajri, saksi mata di lokasi kejadian, mengatakan api pertama kali berasal dari toko milik Adi. Saat itu, yang bersangkutan tengah memasukkan bensin ke dalam botol untuk dijual eceran.

“Kami kurang tahu apa penyebabnya, karena posisi kami lagi nyuci mobil dan motor di luar," ujar Fajri.

Tidak lama kemudian, lanjut Fajri, terdengar teriakan Adi dari dalam toko. “Ia berteriak meminta tolong untuk memadamkan api. Kami sempat berupaya menyiram dengan air, namun api sudah terlanjur membesar,” pungkasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments