Selasa, 23 April 2019

Sudah 10 Tahun Meninggal, Tapi Masih Ada di DPT


Senin, 15 April 2019 | 22:23:29 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK – Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) telah melakukan beberapa tahapan guna meng-update daftar pemilih sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun sayangnya masih saja ditemukan beberapa nama pemilih yang sudah meninggal dan kemudian ada pula yang sudah pindah domisili.

Penelusuran di Kecamatan Muarasabak Barat misalnya, pihak yang ditugaskan untuk membagikan undangan pencoblosan mengakui hal tersebut. Di TPS Pendowo Kelurahan Talang Babat, setidaknya terdapat dua pemilih yang ketahui sudah meninggal dunia dan empat pemilih lainnya sudah pindah domisili.

“Kayaknya ini masih data lama, masak orang yang meninggal masih dimasukan di sini. Orang yang sudah pindah domisili juga masuk,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan ada pula beberapa nama yang tidak diketahui keberadaannya. Ketua RT setempat pun mengaku tidak mengetahui nama yang tertera di undangan tersebut. “Kalau Pak RT saja tidak tahu, apalagi kami, logikanya gitu. Paling nanti tinggal lapor KPPS sajalah,” ucap sumber.

Hal serupa juga terjadi di TPS Pematang Pasir Kelurahan Parit Culum I, dimana terdapat seorang pemilih yang telah meninggal sepuluh tahun silam, namun masih tercantum dalam DPT.

“Kalau meninggalnya baru mungkin wajar, masak ini sudah sepuluh tahun masih masuk juga. Artinya kalau 10 tahun itu kan sudah dua kali pemilu,” ujar sumber lain, yang bertugas mengantar undangan pencoblosan.

Menanggapi hal ini, Ketua KPU Kabupaten Tanjabtim, Nurkholis mengatakan, sebelum dilakukan penetapan DPT pihaknya telah melalui beberapa tahapan. Bahkan saat masa tanggapan masyarakat terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS), pihaknya tidak menerima laporan atau keluhan terkait daftar pemilih tersebut.

“Seharusnya hal seperti ini bisa diperbaiki saat masa tanggapan masyarakat, sehingga DPT benar-benar valid,” katanya.

Lebih lanjut Nurkholis mengatakan, DPT berasal data kependudukan yang dimiliki Dukcapil. Terkait adanya pemilih yang sudah meninggal dunia, namun masih tercantum pada DPT disebabkan tidak adanya laporan masyarakat atau pihak keluarga, kepada pihak Dukcapil terkait adanya anggota keluarga yang meninggal.

“Seandainya ada laporan kematian dari masyarakat kepada Dukcapil, pasti data Dukcapil lebih update dari data yang ada sekarang ini,” tandasnya.

Namun terkait hal ini, pihak KPU memastikan sejumlah pemilih tersebut tidak akan menggunakan hak pilihnya, baik karena sudah meninggal dunia atau pindah domisili tidak akan dapat disalahgunakan.

“Nanti di saat rekap perhitungan suara akan kelihatan, yang jelas itu tidak dapat disalahgunakan,” tutupnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments