Jumat, 23 Agustus 2019

Dilarang Kampanye di Medsos Saat Masa Tenang


Senin, 15 April 2019 | 22:36:44 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Memasuki masa tenang Pemilu serentak 17 April 2019, segala bentuk kampanye dilarang. Bukan hanya pertemuan secara langsung, kampanye melalui media sosial pun dilarang.

"Pokoknya dalam minggu tenang ini dilarang berkampanye, apalagi bersifat mengajak, di medsos pun juga begitu (dilarang, red),” tegas Pimpinan Bawaslu Kabupaten Sarolangun Bidang Penindakan Pelanggaran (BPP) Mudrika, Senin (15/4/2019).

Mudrika mengingatkan peserta Pemilu termasuk Caleg maupun simpatisannya untuk mentaati segala aturan saat masa tenang. Bawaslu tak segan-segan melakukan penindakan bagi yang melanggar aturan, termasuk yang melakukan kampanye melalui media sosial di masa tenang.

"Sanksinya jelas, hukumannya bisa satu tahun bisa dua tahun, bahkan bisa sampai enam tahun tergantung kategori pelanggaran kampanye yang dilakukannya,” jelasnya.

Ketika seorang Caleg terkena sanksi menurutnya bisa menggagalkan pencalonannya.
"Secara otomatis, hukumannya menggagalkan pencalonannya sendiri,” ujarnya.

Di masa tenang ini kata Mudrika, Bawaslu turun ke lapangan dengan mengajak pihak kepolisian dan TNI, untuk berpatroli mengawasi masa tenang ini. Bawaslu Sarolangun juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat bekerja sama.

"Termasuk pelanggaran politik uang. Kalau kedapatan dan lengkap dengan buktinya, baik itu berupa foto, video dan alat bukti lainnya silakan lapor ke kami,” sebutnya lagi.

Dengan demikian Bawaslu berharap kepada peserta Pemilu untuk dapat bekerja sama dalam menyukseskan Pemilu serentak ini, sehingga tercipta suasana Pemilu damai dan rukun.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments