Rabu, 19 Juni 2019

Saksi Ungkap Jadi Sekwan Harus Setor ke Fraksi


Senin, 22 April 2019 | 22:40:30 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Sidang kasus korupsi Dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kota Jambi periode 2009-2014 kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, kemarin (22/04). Dua terdakwa yakni Syahrial dan Nur Ikhwan, keduanya saling bersaksi.

Nur Ikhwan selaku bendahara Sekwan Kota Jambi mengaku, jika ingin menjadi Sekwan di DPRD Kota Jambi harus memberikan setoran ke sejumlah fraksi. Hal itu ia ketahui saat pengangkatan terpidana Rosmansyah menjadi sekretaris dewan.

"Dia (red, Rosmansyah) harus membayar Rp 250 juta ke sejumlah fraksi," katanya kepada majelis hakim diketuai Edi Pramono.

Namun ia tidak tau persis fraksi apa saja yang harus dibayar oleh Rosmansyah. "Waktu itu pak Rosmanysah yang bilang kalau sudah bayar fraksi tapi dia tidak menyebutkannya," ungkapnya.

Selain itu, Nur Ikhwan juga tidak membantah jika dirinya menerima fee Rp 90 juta dari kegiatan Bimtek. Menurutnya ada 23 perjalanan selama 2012, 2013 dan 2014 masing-masing ada 9, dua kali dan 5, sekali.

Saat dicerca jaksa soal catatan penerima uang dana Bimtek fiktif tersebut, ia membenarkan pencatatan itu dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang belum dan sudah menerima agar tidak lupa. "Tapi nama ngak saya catat," sebutnya.

Ia juga menegaskan dalam setiap kegiatan Bimtek, seharusnya PPTK mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk monitoring, namun itu tidak dilakukan. "Harusnya gitu ikut, tapi kan tidak," ungkapnya.

Dia menyebutkan dalam kurun waktu 2012 hingga 2014 terdapat 39 perjalanan dalam bentuk Bimtek. "Kok bisa 39 kali, di BAP anda setahun itu hanya boleh melakukan Bimtek sebanyak 8 sampai 9 kali? tanya jaksa, Insyayadi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Nur Ihwan hanya diam. Lalu jaksa mempertanyakan sejumlah SPj yang tidak lengkap tetapi keuangannya dicairkan. "Ya gimana lagi pak, kegiatan sudah terlaksana dana harus dibayar," ungkap mantan Bendahara Sekwan ini.

Seperti diketahui, dalam kasus ini jaksa juga telah menetapkan dua tersangka lain yaitu Rosmansyah dan Jumisar. Keduanya bahkan telah menjalani hukuman di Lapas Jambi. Rosmansyah divonis 6 tahun penjara denda Rp 50 juta dan uang pengganti Rp 1,8 miliar.

Pada proses persidangan Rosmansyah, telah mengembalikan uang melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) senilai Rp 3,92 juta, sehingga sisa uang sebesar Rp 1,408 miliar.

Sedangkan, Jumizar selaku PPTK ketika itu, telah di vonis bersalah yakni 18 bulan penjara dan denda Rp 50 Juta subsidair tiga bulan penjara. Selain itu, saat itu majelis hakim juga meminta terdakwa Jumizar untuk mengembalikan kerugian negara senilai Rp 221 juta. Saat itu terdakwa telah mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 185 juta.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments