Kamis, 22 Oktober 2020

Terdakwa Kasus Penggelapan Pajak Dituntut 4 Tahun Penjara


Rabu, 24 April 2019 | 23:01:26 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Sunardi, Direktur PT Jambi Jaya Makmur (JJM) perusahaan yang bergerak di pengadaan minyak solar non subsidi, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Menurut jaksa, terdakwa Sunardi yang terjerat dalam kasus penggelapan pajak tersebut, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan pajak yang mengakibatkan kerugian negara.

"Meminta mejelis hakim untuk menjatuhi hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun," kata jaksa membacakan surat tuntutannya, Rabu (24/4/2019).

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa juga meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 6,250 miliar, subsidair 6 bulan penjara, serta pengganti kerugian negara senilai Rp 3,1 miliar.

Menurut jaksa, terdakwa terbukti Pasal 39 ayat (1) huruf d Jo pasal 39a Undang–undang Republik Indonesia No 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang–undang Republik Indonesia No. 16 tahun 2009.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan, pada persidangan 28 April 2018 mendatang. "Keberatan yang mulia atas tuntutan jaksa tersebut. Maka kami akan mengajukan pembelaan," tandasnya.

Untuk diketahui tersangka diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan yaitu menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang berisi tidak benar dan menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya.

Cara yang dilakukannya yakni dengan menyampaikan SPT masa pajak pertambahan nilai (PPN) ke kantor tersebut dan menerbitkan faktur–faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya. Ini dilakukan sejak bulan Oktober 2013 hingga Juni 2015. Akibat perbuatannya telah merugikan Negara lebih kurang sebesar Rp. 3.128.293.293.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments