Jumat, 25 September 2020

Hukuman Hendri Sastra Tetap 2,5 Tahun


Senin, 29 April 2019 | 20:29:22 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Upaya Hendri Sastra untuk mendapatkan keringanan hukum tak membuahkan hasil. Sebab Pengadilan Tinggi (PT) Jambi yang memutuskan perkara di tingkat banding ini menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama, yaitu Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi pada Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

Hukuman mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang terjerat kasus proyek pembangunan pipanisasi air bersih Tanjabbar tahun 2009-2010 itu tetap 2,5 tahun. Putusan tersebut diputuskan pada tanggal 4 April 2019.

Putusan tersebut di terima Pengadilan Tipikor Jambi, pada 1 April 2019 lalu. Selanjutnya pada 16 April 2019 putusan PT tersebut telah di berikan pada kedua belah pihak.

Humas Pengadilan Tipikor Makaroda Hafat membenarkan putusan banding pengadilan tinggi tersebut telah diterima dan telah di serahkan ke kedua belah pihak. "Putusan sudah diserahkan ke maupun kepada terdakwa Hendri Sastra pada tanggal 16 lalu," katanya.

Dijelaskan Makaroda, putusan PT memperkuat putusan pengadilan sebelumnya. "Menguatkan putusan Pengadilan Negeri/Tipikor Jambi Nomor 36 Pidsus TPK/ 2018/PN Jmb tanggal 28 Januari 2019 yang dimintakan banding," ujarnya, Senin (29/4/2019).

Namun, hingga hari ini dari kedua belah pihak belum menyatakan sikap atas putusan PT tersebut. "Jaksa maupun terdakwa belum ada sikap untuk kasasi, badahal besok, Selasa (30/4/2019) masa terakhir menyatakan sikap," tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Hendri Sastra, Hasibuan saat di konfirmasi mengatakan pihaknya belum menentukan sikap atas putusan tersebut. "Hendri Sastra belum ada sikap, kita lihat besok saja," sebutnya.

Ia mengaku surat putusan itu langsung diterima Hendri Sastra di Lapas Klas IIA Jambi. "Dia langsung yang mendapatkan," tandasnya.

Untuk diketahui, Hendri Sastra divonis selama 2,5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidar 4 bulan penjara. Sebelumnya, tim JPU Kejati menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta, subsider 6 bulan penjara.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments