Minggu, 9 Agustus 2020

Putusan Belum Inkracht Jadi Alasan ASN DTPHKP Tebo Belum Dipecat


Rabu, 01 Mei 2019 | 22:39:55 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARATEBO - Salah seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial MW, masih aktif sebagai pegawai Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) DTPHKP Tebo. MW merupakan mantan napi kasus korupsi cetak sawah di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Ketahanan Pangan (DTPHKP) kabupaten Tebo.

Dia belum diberhentikan dari ASN dengan alasan status hukumnya belum berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Hal ini seperti disampaikan Kasubag Kepegawaian DTPHKP Tebo, M Basid, Selasa (30/4/2019).

“Dia masih aktif. Bagian hukum pada Setda Tebo tidak pernah memberitahukan soal status MW,” ujar Basid.

Beberapa waktu lalu bagian hukum Setda Tebo pernah ke kantor untuk koordinasi terkait pemberhentian dua pegawai DTPHKP Tebo, yakni Sarjono dan Kembar Nainggolan. “Mengenai MW belum ada pemberitahuan dari bagian hukum,” katanya.

Diakui Basid, kinerja MW sangat bagus. “Absen ada terus, begitupun pemberitahuan dari Kepala BPP juga bagus. Dia masih menerima gaji dan tunjangan,“ imbuhnya.

Sementara itu Kabag Hukum Setda Tebo Evi Hanafah saat di temui sedang tidak berada di tempat. “Ibu (Kabag) lagi penyuluhan di lapangan, “sebut salah seorang staf bagian hukum.

Informasi yang dirangkum bahwa MW di hukum kurungan selama 1 tahun 4 bulan dan denda sebesar Rp.50 juta atas kasus korupsi cetak sawah.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments