Jumat, 10 Juli 2020

Jelang Ramadan, Sejumlah Kos-kosan di Sarolangun Dirazia


Rabu, 01 Mei 2019 | 23:15:29 WIB


/ metrojambi.com

SAROLANGUN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sarolangun, Selasa (30/4/2019), menggelar razia di sejumlah rumah kosan yang berada di dalam Kota Sarolangun.

Hal ini dilakukan petugas penegak peraturan daerah guna mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) dan juga menjaga rasa aman dalam menghadapi bulan suci Ramadan, yang tinggal beberapa hari lagi.

Kasat Pol PP Kabupaten Sarolangun M Ridwan kepada sejumlah awak media mengatakan, razia yang dilakukan itu juga menindaklanjuti instruksi bupati Sarolangun dalam menyambut bulan suci Ramadan agar dilakukan penertiban.

"Menindaklanjuti perintah Bupati Sarolangun, Satpol PP Sarolangun melaksanakan operasi non yustisi berdasarkan Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum. Kita mengglar razia di kos kosan,” kata M Ridwan.

Dalam razia ini dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP dan Kabid Tibum dengan melibatkan 8 orang anggota PPNS. Dari hasil razia tersebut berhasil dijaring sebanyak 5 orang, yang terdiri dari 2 orang perempuan tidak memiliki identitas resmi KTP dan 3 orang dalam satu rumah, 2 perempuan 1 laki-laki tinggal serumah.

Terhadap 3 orang tanpa ikatan keluarga tinggal serumah setelah diadakan rapat yang dihadiri oleh Kasat Pol PP Sarolangun, Ridwan, Kabid Tibum, PPNS, lembaga adat Kelurahan Aur Gading, Lurah Aur Gading, Lurah Sei Benteng dan Sekcam Limun, maka diputuskan oleh lembaga adat Kelurahan Aur Gading bahwa ketiga orang tersebut telah melakukan sumbang perbuatan atau yang lazim disebut dalam bahasa adat (sumbang anak mato-red), dan dikenakan hukuman denda adat selemak semanis.  

Hal ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku sesuai ketentuan adat setempat. "Kita juga menghimbau kepada para pemilik kos-kosan agar lebih selektif menerima penghuni kos guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pintanya.

Tak hanya fokus kepada tempat kos-kosan, Kasat Pol PP, Ridwan juga menghimbau kepada semua pengusaha tempat hiburan seperti karaoke dan warung remang-remang agar ditutup selama bulan suci Ramadan.

“Kepada para pengusaha rumah makan agar tidak membuka pada pagi dan siang hari. Namun membuka pada sore hari, itu pun dengan memakai tirai penutup. Dia juga menghimbau kepada para pedagang agar tidak menjual petasan/mercon dan sejenisnya,” tutup Ridwan.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments