Selasa, 24 November 2020

Suara Caleg di Bungo Berubah Pada DA1 Plano PPK


Selasa, 07 Mei 2019 | 16:35:28 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABUNGO - Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Kabupaten Bungo untuk Kecamatan Tanah Sepenggal berlangsung alot dan memakan waktu paling lama dibandingkan kecamatan lainnya. Saksi Partai Amanat Nasional (PAN) bahkan sempat melayangkan protes keras dan meminta kepada penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu untuk membuka kotak DA1 Plano.

Sejatinya, pleno untuk Kecamatan Tanah Sepenggal dilaksanakan Sabtu (4/5/2019)  pukul 08.00 WIB. Namun adu argumen antara saksi PAN dengan KPU dan Bawaslu hingga istirahat siang tak menemui titik temu.

PAN menilai, PPK Tanah Sepenggal telah mengubah DA1 Plano pada TPS di dusun Teluk Pandak. Namun pada DA1 hologram tak ditemukan perbedaan. Karena pleno masih berjalan dengan alot, maka pleno Tanah Sepenggal diskor paling terakhir.

Setelah semua kecamatan selesai diplenokan, pleno kecamatan Tanah sepenggal kembali dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB. Sama seperti sebelumnya, pleno kembali berjalan alot.

Namun pada akhirnya pleno bisa selesai setelah KPU dan Bawaslu menyetujui untuk membuka kotak DA1 Plano. Dari pembukaan kotak inilah kejanggalan yang diragukan PAN terbukti.

Dimana suara Caleg nomor urut 5 (Hendri Novriza) yang seharusnya hanya 33 diganti menjadi 40. Dan pada DA1 Plano terdapat coretan pergantian angka. Dengan dibukanya kotak DA1, pleno pun bisa diselesaikan, dan berimbas ke perolehan suara perorangan.

Dengan adanya perubahan angka 40 menjadi 33, juga terjadi pergeseran Caleg yang meraih suara terbanyak. Sebelum kotak dibuka, Caleg nomor urut 5 memperoleh 1.507 suara, dan Caleg nomor urut 2 (Alfian) memperoleh 1.504 suara. Setelah dibuka raihan suara berbalik. Caleg nomor urut 2 tetap meraih suara 1.504 suara dan Caleg nomor urut 5 meraih 1.500 suara.

Satu hal yang menarik, dengan adanya kejadian berubah suara pada DA1 Plano tak ada tindakan apa-apa baik dari KPU maupun Bawaslu terhadap PPK Tanah Sepenggal. KPU maupun Bawaslu tak memberikan sanksi apa-apa terhadap PPK Tanah Sepenggal yang berhasil diusut PAN dengan adanya penambahan suara pada salah satu Caleg.  

Komisioner Bawaslu, Dedi Harianto, ketika dimintai keterangan, mengakui adanya laporan kecurangan ini. Dikatakannya, laporan ini sudah diregistrasi dan akan segera ditindaklanjuti.

"Memang benar, sudah kita registrasi. Dugaan sementara memang adanya perubahan hasil suara pada C 1. Nanti kita akan memanggil saksi-saksi dalam laporan ini," ujar Dedy.

Devisi Hukum Bawaslu Bungo itu mengatakan, pihaknya memiliki waktu dua kali tujuh hari setelah waktu temuan untuk memproses perkara ini. Jika memenuhi unsur pidana, maka kasus ini akan  dilimpahkan pada pihak kepolisian.

"Kita punya waktu tujuh hari setelah temuan untuk memproses, jika belum selesai maka bisa ditambah tujuh hari lagi. Jika memang ada unsur pidana, maka akan kita limpahkan pada pihak kepolisian," tutupnya.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments