Minggu, 29 November 2020

Revitalisasi Danau Kerinci Akan Segera Terealisasi


Rabu, 08 Mei 2019 | 10:22:28 WIB


Gubernur Jambi Fachrori Umar
Gubernur Jambi Fachrori Umar / istimewa

JAMBI - Revitalisasi Danau Kerinci yang masuk dalam danau prioritas nasional bakal terealisasi. Nantinya program penyelamatan Danau Kerinci akan mengacu pada rencana pengelolaan danau terpadu yang meliputi aspek kelestarian lingkungan, perikanan, pertanaian, maupun pariwisata.

Hal ini ditandai dengan adanya kesepakatan bersama para Gubernur/Bupati tentang penyelamatan danau prioritas nasional yang turut ditanda tangani Gubernur Jambi Fachrori Umar, Selasa (7/5/2019) di ruang kerjanya.

Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya, yaitu Konferensi Nasional Danau Indonesia I di Bali pada tahun 2009, dan Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) yang diluncurkan pada Konferensi Nasional Danau Indonesia II di Semarang.

Fachrori menyatakan menyambut baik kesepakatan itu, dan berharap bisa ditindaklanjuti secara maksimal di daerah. "Provinsi Jambi memiliki Danau yaitu Danau Sipin, Danau Kerinci dan kita bersyukur dengan adanya kesepakatan ini. Ini adalah bentuk komitmen yang sejalan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Hasilnya harus maksimal, dan kita harapkan danau tersebut akan lebih terjaga, nanti akan ada program untuk perikanan, pertanian dan pariwisata, ini tentunya kerja kita bersama," sampainya.

Fachrori juga menekankan agar fungsi danau dalam ekosistem dan lingkungan bisa terjaga dengan baik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Evi Primawati mengatakan, karena wilayah Danau Kerinci mencangkup dua wilayah Kabupaten/kota maka kesepakatan penyelamatannya ditandatangani Gubernur Jambi.

"Kondisi Danau Kerinci saat ini masuk dalam kategori danau yang kritis, makanya masuk dalam prioritas untuk dilakukan revitalisasi," tuturnya. Bahkan, berdasarkan hasil uji Laboratorium, pemantauan kualitas air Danau Kerinci oleh DLH Provinsi Jambi pada tahun 2017 lalu, di dua titik air danau Kerinci yakni kawasan Koto Petai Tengah dan Koto Petai Ilir, tercemar merkuri. Hasil uji Labolatorium tersebut menunjukkan pencemaran merkuri berada di atas baku mutu air, sekitar 0,00228 miligram perliter, yang seharusnya hanya diangka 0,002 atau masih dalam katergori pencemaran ringan.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kerusakan Danau Inge Retnowati, yang turut hadir dalam kegiatan itu menyampaikan, khusus Danau Kerinci permasalahan yang menjadi prioritas penanganan adalah masalah pencemaran, sedimentasi, ancaman potensi perikanan yang mulai ada, serta pertanian.

"Kita harus melihat pertanian, pertanian itu satu sisi andalan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, tapi ada potensi-potensi dampak yang menjadi permasalahan krusial. Pertanian mempunyai potensi mencemari yang cukup berbahaya dari penggunaan pupuk dan pestisida. Tapi kita harus hati-hati dan perlu program khusus dalam menangani masalah ini," sampainya.

Dilanjutkan Inge untuk menyelesaiakan persoalan-persoalan di atas, tidak mungkin hanya diserahakan pada satu sektor yakni KLHK atau DLH saja. Semua sektor lain harus ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah-masalah ini, seperti Dinas Pertanian, Perikanan, PU, Maupun Dinas Pariwisata.

"Semua sektor yang terkait harus memasukkan rencana aksinya dalam rencana pengolahan danau yang disusun bersama. Ada pembagian peran antara pusat dan daerah, begitupun anggarannya ada pusat ada daerah," ujarnya.

Untuk mewujudkan ini, katanya tentu harus dituangkan dulu dalam RPJMD dan Tata Ruang daerah. "Lebih cepat lebih baik, kita targetkan dalam lima tahun ini sudah ada hasil," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments