Selasa, 24 November 2020

Curhatan Owner RS MMC Jambi Terkait Kondisi RS dan Karyawan Pasca Pemutusan Kontrak BPJS


Rabu, 08 Mei 2019 | 17:36:46 WIB


Suasana pelayanan di RS MMC Jambi
Suasana pelayanan di RS MMC Jambi / Rina

JAMBI-Pasca pemutusan kontrak kerjasama dengan tiga Rumah Sakit (RS) di Jambi, kini berdampak kepada nasib ratusan karyawan-karyawati di Rumah Sakit Mayang Medical Centre (MMC) yang berlokasi di Mayang, Kota Jambi.

Owner  Rumah Sakit MMC Jambi, Riswan Joni mengatakan, jumlah karyawan disana sekitar 300 orang dan sebelum pemutusan kerjasama oleh BPJS itu pendapatan yang masuk ke MMC sebanyak Rp 2 miliar/bulan.

 "Rp 800 juta untuk gaji sesuai UMR, sekarang (setelah tidak bekerjasama dengan BPJS) omset, sekitar Rp 500-an juta/bulan, itupun tidak sampai," ujarnya saat ditemui Metro Jambi, Rabu (8/5/2019).

Kendati demikian, persoalan gaji ratusan karyawan yang bekerja di MMC sampai sekarang, walaupun separuh karyawan/i yang secara bergantian dirumahkan itu, kata Riswan, tetap mereka bayarkan yang terkadang harus ditutupi dengan uang pribadi.

"Gaji tetap dibayar sampai sekarang belum ada karyawan kita yang di PHK, cuma dirumahkan itupun tetap digaji meski separuh dari gaji pokok, nanti ke depan setelah kondisi dan kerjasama antar BPJS terjalin lagi, mereka tetap kita panggil," terangnya.

Dirumahkan juga, lanjutnya, itu atas dasar kesepakatan bersama antara karyawan dengan pimpinan dan pemilik RS MMC. Untuk itu, Riswan Joni sangat berharap kerjasama antara MMC dengan BPJS tersebut dapat terjalin kembali.

"Asuransi BJPS sama tabungan hari tua karyawan tetap kita bayarkan, berharap ke depannya kita dapat bekerjasama kembali dengan BPJS kesehatan, karena kasian mereka (karyawan, ed) juga cari makan," harapnya.

Mengenai jumlah pasien yang melakukan operasi di MMC sendiri, Riswan menyebut sebelumnya sekitar 300-an pasien, sekarang paling banyak 30 orang perbulan. Sedangan untuk rawat inap yang dulunya sebanyak 80 orang/hari, saat ini tinggal 10 sampai dengan 12 orang. 

"Mau gimana lagi, kita bingung juga, mudah-mudahan ke depan ada solusinya yang terbaiklah ya, kita itu kasian sama karyawan karyawati kita, mereka kan juga butuh makan, sama susu anak, belum lagi kebutuhan lainnya ya," jelasnya.

Untuk diketahui RS MMC ini sendiri berdiri sejak tahun 2005 yang diawali berupa klinik menjadi rumah sakit tipe D dan menjadi tipe C. Bahkan berdasarkan data yang didapat, rumah sakit ini sudah terakreditasi dan paripurna bintang 5 sejak 21 November 2018 sampai dengan 21 November 2021.

Salah satu karyawan RS MMC di bidang Informasi mengaku sudah hampir 4 tahun bekerja disana. "Kita sangat memaklumi kondisi sekarang ini, RS kan juga tengah berusaha, ya mungkin ke depan mudah-mudahan ada jalan keluarnya," pungkasnya. 


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi



comments