Kamis, 22 Oktober 2020

4 Ribu Penyandang Disabilitas, Diantaranya Diikutkan Pelatihan Keterampilan Kemensos


Rabu, 08 Mei 2019 | 21:43:39 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Dok

JAMBI - Sebanyak 4 ribu penyandang disabilitas se-Provinsi Jambi telah terdata oleh tim pendamping tenaga sukarela penyandang disabilitas. Ini sudah termasuk penyandang disabilitas secara fisik, dan sensorik seperti penglihatan dan pendengaran, serta disabilitas mental maupun intelektual.

Kasi Penderita Disabilitas Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi, Aziz Mustakim mengatakan, penyandang disabilitas merata ada di setiap kabupaten/kota.

"Hingga saat ini belum adanya rekapan data tertulis secara real. Namun terhitung sejak 2018 sudah terdapat 4 ribu penyandang disabilitas se-kabupaten/kota. Ini berdasarkan laporan dari tim pendamping disabilitas yang langsung mengimput data ke pusat," sampainya kepada Metro Jambi, Rabu (8/5/2019).

Aziz menyebut, dari tahun lalu, bantuan penyandang disabilitas melalui APBD sebanyak 140 macam alat bantu dan melalui APBN 170 macam alat bantu. 

"Dengan mekanisme pemberian bantuan untuk calon penerima manfaat minimal harus memiliki NIK KTP. Lalu harus sudah terdaftar di Kementerian melalui verifikasi tim pendamping tenaga kerja sukarela itu," jelasnya.

"Alat bantu ini sendiri, terbagi dalam bentuk kursi roda, tongkat tunanetra, alat bantu dengar, serta kaki dan tangan palsu," sambungnya tanpa menyebut secara rinci jumlah alat bantu yang dibagikan.

Selanjutnya, Aziz menjelaskan, bagi penyandang disabilitas yang sebelumnya telah menerima bantuan, untuk tahun selanjutnya tidak dapat menerima bantuan lagi. 

" Tidak boleh, kalau yang sudah menerima tidak dapat menerima lagi. Tapi kalau alat bantu yang telah diberikan itu rusak maka nantinya sesuai verifikasi kepada pendamping, akan diajukan ulang," terangnya.

Aziz berharap, kedepan bantuan alat penyandang disabilitas ini dapat bertambah, sebab menurutnya, masyarakat penyandang disabilitas di Jambi belum sepenuhnya terdata. 

"Inginnya bantuan ini naik terus, mengingat penyandang belum tersentuh keseluruhannya," ujarnya.

Sedangkan upaya yng dilakukan pada tahun 2019 ini, pihaknya mengirim penyandang disabilitas yang berpotensial untuk mengikuti pelatihan keterampilan milik Kementerian Sosial, yakni diantaranya sekitar 6 orang dikirimkan ke balai Binadaksa di Palembang.

"Kita kirim kesana untuk mengikuti pelatihan keterampilan selama 6 bulan. Lalu adapula yang di Bogor dan Bekasi. Ini disesuaikan dengan potensinya masing-masing. Setelah 6 bulan selesai, barulah nanti kami kirimkan lagi penyandang potensial lainnya," pungkasnya. 


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments