Kamis, 19 September 2019

Tim Prabowo-Sandi Berencana Bawa Kasus Sarolangun ke MK dan DKPP


Jumat, 10 Mei 2019 | 11:26:52 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Tim pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, berencana untuk membawa kasus yang terjadi di Kabupaten Sarolangun ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dimana, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tidak melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Desa Ranggo, sesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Armen Siregar selaku tim 02 mengatakan, dengan kejadian ini pihaknya akan pelajari bersama dengan tim advokasi untuk membahas kejadian ini.

"Kami akan laporkan ke tim, ketika memang harus akan kami bawa ke MK," katanya saat pleno diskor, Jumat (10/5/2019).

Bahkan tidak hanya ke MK, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk membawa kasus ini Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). "Tetap akan kami pelajari dahulu sebelum nanti memutuskan," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Sarolangun, Muhammad Fakhri, mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan PSU sesuai dengan rekomendasi dikarenakan terbenturnya dengan aturan didalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

Didalam Undang-Undang tersebut dijelaskan dalam pasal 373 ayat 3 bahwa PSU dilakukan paling lambat 10 hari setelah pemilu dilaksanakan.

"Namun, rekomendasi itu kami terima pada 27 April pukul 12.00 WIB. Sesuai dengan aturan kami tidak bisa menanggapi itu," katanya.

Sementara Wein Arifin, Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, menyebutkan, bahwa rekomendasi pengawas pemilu itu tidak mengenal batas waktu. Hanya saja memang karena aturan mengatur batasan waktu, tetap ini menjadi tidak bisa dilakukan.

"Ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah ini, seperti di Mahkamah Konstitusi," katanya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments