Sabtu, 25 Mei 2019

Kuliah, Utamakan Nilai atau Soft Skills?


Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:38:07 WIB


Ratna Yusmita, Dina Yuliana
Ratna Yusmita, Dina Yuliana / istimewa

Oleh : Ratna Yusmita, Dina Yuliana

BENARKAH
jika tidak memiliki skills namun IPK tinggi, katakanlah 3,25 atau bahkan 4,00 sudah cukup untuk memasuki dunia kerja? Pertanyaan ini sering diajukan oleh orang-orang terdekat seperti dosen, orang tua, teman bahkan tak jarang kita bertanya pada diri sendiri, manakah yang seharusnya lebih dibutuhkan seorang mahasiswa?

Mengutip dari kata-kata Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta periode 2017 menyatakan “IPK yang tinggi itu hanya mengantarkan sampai meja wawancara namun sukses pasca wawancara ditentukan oleh kemampuan analisa, kepemimpinan, dan inovasi atau keaktifan di organisasi dan lembaga kemahasiswaan”. Berkaca dari pernyataan tersebut, jelas bahwa IPK hanya salah satu syarat awal yang dibutuhkan ketika melamar pekerjaan dan keberhasilan setelahnya bergantung pada seberapa keahlian lain yang dimiliki.
Jadi sebagai mahasiswa pilih IPK atau Sof skill ?
Pertanyaan seperti ini tak jarang loh mengundang pro dan kontra dikalangan mahasiswa, terbukti dari beberapa informan yang diwawancarai menyatakan bahwa nilai adalah yang utama sebab nilai bersifat objektif namun banyak juga ternyata yang memilih menguasai keduanya karena sama penting.

Berdasarkan Survey Nasional Association Of College And Employers ( NACE) di Amerika Serikat pada 2012 mengungkapkan fakta mengejutkan yaitu Dari 20 kriteria penting seorang juara, indikator IPK tinggi hanya menempati urutan ke-17. Menurut survey tersebut, indikator terpenting dari seorang juara adalah kemampuan komunikasi, integritas (kualitas), kerja sama dan etika yang merupakan bentuk soft skills yang paling besar peranannya untuk menghadapi dunia kerja.

Hal diatas menjelaskan bahwa, soft skills sangat diperlukan terutama di era millennial sekarang ini, ditambah kemajuan teknologi Revolusi Industri 4.0 yang akan dihadapi. Karena kedepan dibutuhkan orang-orang kreatif, inovatif, dan kompetitif serta mampu berkomunikasi dan mengaplikasikan ilmu dan skills yang dimiliki ketika telah bekerja.
Pernyataan menteri ketenagakerjaan RI M Hanif Dhakiri turut memperkuat argument sebelumnya yaitu, agar benar-benar memiliki daya saing tinggi, masyarakat Indonesia juga harus membekali dirinya dengan soft skills. Ia juga menambahkan, saat ini soft skills semakin penting perannya, mengingat upaya peningkatan daya saing bangsa harus diimbangi karakter bangsa yang kuat pula.
Memunculkan soft skills memang tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh proses dan usaha untuk meraihnya. Hal inilah terkadang yang menimbulkan rasa enggan untuk turut dalam berbagai kepelatihan dan organisasi yang mendukung hal itu. Terlalu sibuk dengan jadwal kuliah kadang membuat lupa bahwa soft skills sangat dibutuhkan ketika lulus.
Untuk kamu yang masih belum tau keahliannya apa, umpama kata pepatah ‘lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali’ masih ada waktu untuk menata ulang semua hal yang hendak disiapkan. Simak beberapa soft skills yang seharusnya bisa dikembangkan selama kuliah untuk persiapan memasuki dunia kerja.
Pertama, kemampuan berkomunikasi yang baik. Cara mendapatkan soft skills ini bisa kamu mulai dengan menjadi pendengar yang baik. Karena hampir semua jenis pekerjaan menuntut untuk bisa berkomunikasi terutama dunia jurnalistik, Pengacara, psikolog, Master of Ceremony (MC), periklanan, motivator maupun tenaga pendidik.
Kedua, tumbuhkan jiwa entrepreneurship atau wirausaha. Akan sangat baik jika selama kuliah kamu memanfaatkan waktumu untuk memulai bisnis kecil-kecilan. Banyak usaha yang bisa kamu lakukan terutama yang berbasis teknologi seperti berjualan online shop, kerajinan tangan, cemilan, bahkan budidaya atau peternakan.
Ketiga, kuasai bahasa asing. Memasuki pasar global berarti semua orang dari berbagai belahan dunia akan secara bebas berinteraksi. Maka akan besar peluang bagi kamu yang menguasai bahasa asing untuk memenangkan situasi tersebut. Kamu bisa mempelajari bahasa asing melalui les atau otodidak. Jika kamu dapat menguasainya ada pekerjaan yang bisa didapat seperti menjadi pengajar bahasa asing, penyunting bahasa, penerjemah, dan pemandu wisata
Keempat, menguasai IPTEK, ini adalah point penting yang harus dimiliki setiap orang terutama mahasiswa . karena generasi melek teknologi akan memiliki nilai plus ketika memasuki tahap kerja. Soft skills ini sangat dibutuhkan pada jenis pekerjaan seperti programmer, web designer, web programmer, technical engineer dan system administrator
Kelima, bijak memanajemen waktu. Selain empat soft skills diatas ini adalah yang paling penting karena seperti kata pepatah “waktu adalah uang” maka manfaatkan setiap detik dengan hal-hal positif. Karena percuma saja kita menguasai banyak bidang keahlian jika dalam membagi waktu tidak proposional maka semua yang dikerjakan akan terhambat.
Jadi intinya, antara nilai dan soft skills hendaklah berjalan beriringan. Manfaatkan waktu diluar jam kuliah dengan kegiatan positif seperti ikut pelatihan, organisasi, kepemimpinan yang mengasah skills. Lakukan yang terbaik karena hidup 100% adalah tanggung jawabmu (The Rock).

Penulis adalah mahasiswa FKIP Universitas Jambi


Penulis: Ratna Yusmita, Dina Yuliana
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments