Senin, 21 Oktober 2019

Indonesia Melek Investasi


Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:47:28 WIB


/

Tiara Mustika Dewi*)

PEMERINTAH Indonesia menargetkan pertumbuhan investasi pada tahun 2019 sebesar 7 persen dan 7,5 persen pada tahun 2020. Dari target tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan mencapai 5,3 persen pada tahun 2019 dan 5,3-5,6 persen pada tahun 2020.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan Indonesia setidaknya perlu aliran investasi mencapai Rp 5.823 triliun agar pada tahun 2020 dapat tercapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen. Untuk mewujudkan target tersebut pemerintah harus melakukan beberapa skema insentif seperti libur pajak, pengurangan pajak, hingga pengurangan pajak dalam pengembangan riset. Selain melakukan berbagai skema insentif tersebut, pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi tentang pentingnya investasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran berinvestasi.

Menurut data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia, jumlah investor di Indonesia masih tergolong rendah, jauh dibanding dengan negara-negara lain yaitu sebesar 1,6 juta orang hingga Desember 2018. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 258 juta orang, hanya sekitar 0,6 persen warga negara Indonesia yang berpartisipasi. Jumlah investor usia 18-25 tahun yang tercatat berinvestasi saham di BEI hanya sekitar 30% dari total 829.426 single investor identification (SID). Ini menandakan kurangnya antusiasme dan pengetahuan masyarakat dalam pentingnya berinvestasi.

Apa itu investasi? Pengertian investasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Melihat keadaan perekonomian yang tidak selalu stabil, berinvestasi adalah salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan setiap orang untuk menghasilkan uang lebih. Dalam berinvestasi kita mengenal prinsip “There is a Risk-Return Tradeoff” yang menunjukkan adanya pertukaran antara risiko dan return. Prinsip ini lebih dikenal dengan istilah “High Risk High Return”, yang artinya adalah semakin tinggi tingkat pengembalian yang diterima semakin tinggi pula risiko yang akan ditanggung investor. Maka penting untuk mengetahui jenis-jenis investasi guna memilih investasi apa yang cocok untuk dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Terdapat dua jenis investasi yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Investasi Jangka Pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan, biasanya mempunyai jangka waktu 12 bulan atau kurang. Investasi ini biasanya memiliki tingkat pengembalian yang rendah dengan risiko yang rendah pula. Investasi ini memungkinkan investor dapat segera mencairkan investasi jangka pendek yang dimilikinya. Beberapa jenis investasi jangka pendek adalah sebagai berikut:

Tabungan bank. Ini adalah jenis investasi yang paling mudah untuk dilakukan. Semua kalangan dapat berinvestasi melalui tabungan bank mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang tua sekalipun. Tidak ada jumlah nominal uang yang harus disetorkan. Anda hanya perlu membuka rekening pada suatu bank dan bebas mengisi saldo rekening anda. Selain mudah dalam menjalankannya, Anda pun bisa dengan mudah dalam melakukan pengambilan uangnya, karena Anda bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja dengan mesin ATM. Namun harus diingat dalam investasi ini presentase bunga yang dihasilkan sangatlah kecil.
Deposito. Jika Anda ingin mendapat persentase bunga yang lebih tinggi anda dapat memilih produk investasi ini. Cara untuk melakukan investasi ini tidaklah berbeda dengan tabungan bank. Anda hanya perlu membuka rekening di salah satu bank. Namun terdapat minimal penyetoran uang yakni 5 juta rupiah dan terdapat jangka waktu penyimpanan uang sehingga Anda tidak dapat mengambil uang yang anda setorkan sebelum jatuh tempo.

Forex Trading. Forex trading adalah bentuk investasi dengan konsep perdagangan mata uang asing. Jenis investasi ini dikenal memiliki risiko paling besar dari jenis investasi lainnya. Namun meskipun berisiko besar, beberapa kalangan tetap tertarik menjalankannya. Hal ini dikarenakan mereka memegang prinsip bahwa semakin tinggi risiko yang ditanggung maka semakin tinggi pula nilai pengembalian yang didapat.

Saham. Saham adalah sebuah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan/ badan usaha. Saat anda membeli sebuah saham, maka anda menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Karena itulah saham disebut sebagai surat berharga, karena saham anda merepresentasikan kepemilikan anda di perusahaan yang anda miliki/ beli. Keuntungan dalam berinvestasi saham adalah dengan mendapatkan capital gain (dari pertumbuhan nilai aset dan modalnya) dan dividen (pembagian sebagian laba bersih untuk pemegang saham).

Sedangkan untuk investasi jangka panjang adalah investasi yang mana dana yang digunakan akan diputar dan baru dapat dicairkan apabila sudah tiba jangka waktu tertentu biasanya paling cepat 1 tahun. Investasi jangka panjang juga bisa diartikan sebagai penanaman sebagian kekayaan modal dari seseorang atau perusahaan terhadap perusahaan atau personal lain untuk mendapatkan penghasilan tetap atau menguasai objek lain tersebut. Beberapa contoh investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

Emas. Jenis investasi ini sangat diminati oleh masyarakat karena cara berinvestasinya yang mudah. Tidak ada risiko yang tinggi ketika berinvestasi emas, hanya dibutuhkan kesabaran. Karena setiap tahun harga emas pasti akan mengalami kenaikan. Sehingga anda hanya perlu membeli emas dan menjualnya ketika harga emas tersebut sudah tinggi.

Tanah dan Bangunan. Tanah dan bangunan memang menjadi investasi yang menguntungkan, karena tanah dan bangunan memilki harga yang terus naik setiap tahunnya. Maka jika Anda memiliki investasi ini maka Anda akan mendapatkan peluang pengembalian yang besar dan menjanjikan. Namun, investasi ini membutuhkan dana yang besar, karena harga sebuah rumah sekarang sudah menginjak harga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Anda dapat memanfaatkan program kredit property seperti KPR untuk memulai investasi ini.

Asuransi. Selain akan mendapatkan proteksi atau perlindungan, dengan asuransi Anda juga akan mendapatkan investasi yang menguntungkan. Asuransi yang sering kali dijadikan investasi yang menguntungkan oleh banyak orang adalah asuransi dwiguna dan asuransi unit link.

Reksa Dana. Reksadana merupakan surat-surat berharga sebagai bukti klaim atau aset. Reksadana bisa menjadi investasi Anda yang menguntungkan karena memiliki keunggulan. Keunggulan reksadana sendiri ada pada banyaknya pilihan yang dapat diambil investor untuk menanamkan uangnya, yaitu saham, obligasi, atau pasar uang.

Tujuan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan tingkat investasi di Indonesia tidak lepas dari manfaat yang didapat. Baik itu manfaat untuk negara maupun manfaat bagi pelaku investasi atau investor. Manfaat dari investasi juga dapat dilihat dari jenis investasi yang digunakan dan seberapa besar dana yang digunakan untuk berinvestasi. Bagi negara berkembang seperti Indonesia investasi sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ekonomi selain itu juga termasuk komponen yang dapat meningkatkan pendapatan nasional. Manfaat yang dapat dirasakan diantaranya adalah penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau penambahan devisa dan lain sebagainya. Apabila kegiatan investasi meningkat, maka kegiatan ekonomi pun ikut meningkat. Tentu saja manfaat ini dapat dirasakan apabila kegiatan investasi ini merupakan investasi yang sehat artinya investasi tersebut menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Manfaat investasi bagi investor adalah menambah peluang penghasilan, memperluas wawasan tentang sumber dana, meningkatkan kebijakan dalam mengeksekusi, dan mengasah tanggung jawab dan rasa percaya diri. Para investor pemula harus memilih jenis investasi yang tepat guna dapat memberikan keuntungan untuk diri sendiri dan negara. Jenis investasi yang mulai banyak dilirik adalah investasi saham karena dapat dipantau pergerakannya secara langsung melalui gadget.

Pasar saham merupakan salah satu alat investasi yang mulai dilirik oleh masyarakat Indonesia. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kendala masyarakat dalam berinvestasi saham yakni pertama, memiliki risiko yang tinggi. Risiko tinggi bukan diukur pada saat harga saham jatuh tetapi justru saat perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut. Kedua, penilaian masyarakat mengenai modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi relatif besar padahal hanya dengan 100.000 rupiah masyarakat bisa memulai investasi dengan membuka rekening saham. Ketiga, kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang bagaimana cara memulai dan berinvestasi di pasar modal yang baik dan aman. Untuk masalah tersebut Bursa Efek Indonesia melalui salah satu programnya yaitu Sekolah Pasar Modal (SPM) dapat membantu masyarakat dalam memulai investasi saham.

Seluruh masyarakat umum dapat menjadi peserta SPM apabila telah melakukan pendaftaran sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman https://sekolahpasarmodal.idx.co.id/. Tujuan diselenggarakannya SPM adalah untuk memberi pelatihan dan pengetahuan tentang investasi. Dengan diadakannya program ini diharapkan masyarakat khususnya kaum muda memiliki ketertarikan yang lebih dalam berinvestasi.
Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi negaranya. Diharapkan masyarakat Indonesia mulai sadar akan pentingnya berinvestasi dan mulai berpartisipasi demi diri sendiri dan negara yang lebih baik. Mari berinvestasi!

Penulis adalah mahasiswa program PKN STAN


Penulis: Tiara Mustika Dewi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments