Rabu, 26 Juni 2019

Saksi PAN Sempat Beberkan Sejumlah Catatan Saat Pleno KPU Provinsi Jambi


Sabtu, 11 Mei 2019 | 21:18:37 WIB


Saksi PAN, Kasrianto, saat rapat pleno KPU Provinsi Jambi
Saksi PAN, Kasrianto, saat rapat pleno KPU Provinsi Jambi / Ist

JAMBI - Rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara tingkat Provinsi Jambi sudah selesai. Meski berjalan dengan lancar dan aman, ada beberapa poin yang menjadi catatan penting baik dari Bawaslu maupun dari saksi. Salah satu dari saksi Partai Amanat Nasional (PAN). 

Kasrianto, saksi PAN mengungkapkan banyak PPS desa tidak menempelkan C1 TPS hasil Pemilu di papan pengumuman desa masing-masing. Sehingga peserta Pemilu, Parpol serta Caleg kesulitan untuk mendapatkan  informasi  perolehan suara berdasarkan  C1.  Kadang, kata dia, ada KPPS tidak memberikan sertifikat brrita acara  C1 kepada saksi di TPS. 

Jika pun diberikan, kata mantan komisioner KPU Provinsi Jambi ini, itu hanya  untuk DPRD kabupaten/kota.  "Ini apa karena bimbingan teknis,  pelatihan  kepada PPS yang tidak maksimal dilakukan," sebut Kasrianto dalam rapat pleno KPU Provinsi Jambi, Sabtu (10/05).

Selain itu, dia juga menyebutkan terkait dugaan serangan fajar politik uang,  aksi bagi-bagi sembako oleh sebagian peserta Pemilu,  oleh caleg-caleg.  

"Itu fakta di lapangan, yang terjadi di desa-desa,  di RT-RT.  Jadi,  saya minta informasi dari pihak  Bawaslu Provinsi Jambi,  maupun Bawaslu Kabupaten Kota.  Apa ada temuan  atau apa ada laporan yang masuk ke Bawaslu Provinsi,  kabupaten/kota," ujarnya.

Dia juga menanyakan perihal anggota KPPS yang sakit. "Adanya KPPS yang sakit,  meninggal dunia.  Itu bisa dikarenakn proses rekrutmennya yang tidak cermat,  tidak teliti,  tidak mempedomani aturan.  Antara lain syarat  sehat jasmani rohani," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua KPU Provinsi Jambi Subhan, menjawab bahwa  C1 ditempelkan oleh PPS desa tapi hilang,  ada yang ngambil. 

 "KPU sudah ada melakukan bimbingan teknis dan pelatihan terhadap anggota PPS," kata Subhan.

Sementara itu, Wein Arifien, pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, mengatakan bahwa sudah ada kasus dugaan politik uang yang diproses Bawaslu kabupaten/kota. Namun ketika dibawa ke sentra gakkumdu dinyatakn tidak memenuhi  unsur.  

Kasus yang ditangani Bawaslu antara lain pembakaran kotak suara di Pendung Koto Padang, Sungai Penuh.


Penulis: Sahrial
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments