Senin, 19 Agustus 2019

Dua Terdakwa Korupsi Dana Bimtek DPRD Kota Jambi Dituntut Dua Tahun


Kamis, 09 Mei 2019 | 10:51:22 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menuntut dua terdakwa korupsi Dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kota Jambi periode 2009-2014, Syahrial dan Nur Ihwan dengan hukuman masing-masing dua tahun penjara, denda Rp50 juta dan membayar uang pengganti.

Dalam persidangannya Jaksa F Rozi di Jambi Kamis, mengatakan kedua terdakwa tersebut bersalah karena telah melakukan tindak pidana korupsi dengan sengaja. Terdakwa Syarial dituntut hukuman dua tahun penjara sedangkan Nur Ikhwan dua tahun enam bulan penjara dan dikurangi masa tahanan yang telah dilalui kedua terdakwa.

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi, keduanya juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair enam bulan penjara. Keduanya juga harus membayar uang pengganti, terdakwa Syarial Rp709 juta dan Nur Ihwan sebanyak Rp1,3 miliar.

"Jika tidak dibayar maka kedua terdakwa seluruh harta kekayaannya disita untuk negara sebagai pengganti setelah keputusan hukumnya berkekuatan hukum tetap," kata JPU, Rozi.

Atas tuntutan tersebut kedua kuasa hukum terdakwa, Mely mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya yang akan digelar pekan depan.

"Kami akan mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa tersebut yang mulia dan kami merasa keberatan," kata Mely.

Dalam dakwaan JPU, kedua terdakwa yakni Nur Ikhwan adalah pejabat sebagai bendahara di Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Jambi dan Syahrial selaku mantan Kabag Keuangan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Keduanya saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi dan keduanya diduga telah merugikan negara bersama-sama sebesar Rp4 miliar selama lima tahun.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments