Jumat, 21 Juni 2019

Kasus Pencurian Marak di Sarolangun


Kamis, 09 Mei 2019 | 15:11:26 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN – Kejari Sarolangun menerima 21 perkara Pidana Umum (Pidum). Ini terhitung dari Januari hingga April 2019. Dari puluhan perkara yang masuk ke Kejari Sarolangun tersebut, kasus pencurian paling dominan.

“Sejauh ini yang paling banyak adalah pencurian. Untuk hukuman yang berat 4 tahun kurungan penjara, yakni kasus pencurian dengan kekerasan,” ungkap Kasi Pidum Kejari Sarolangun Abdiansyah.

Dikatakan, pelaku pencurian ini kebanyakan datang dari daerah Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

"Para pelaku pencurian ini tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan terhadap korbannya. Biasanya pelaku menggunakan senjata tajam (sajam), bahkan senjata api untuk melukai korban,” katanya.

Selain itu, Abdi mengatakan, dari puluhan perkara yang masuk hingga April 2019, dua di antaranya adalah kasus pencabulan. Kata dia, kasus pencabulan terhadap anak umur 6-7 yang terjadi di Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun, pelaku pencabulannya berumur 40 tahun.

Menurutnya, perbuatan pencabulan merupakan tindakan yang tidak manusiawi, pelaku akan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan peraturan per undang-undangan yang berlaku.

“Atas tindakannya, saat ini proses hukum sudah berjalan. Kalau untuk lebih detailnya silakan tanyakan ke Pengadilan Negeri. Yang jelas akan dijatuhkan hukum yang berat terhadap pelaku,” pungkasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments