Senin, 26 Oktober 2020

BI Jambi Siapkan Uang Pecahan Sebanyak Rp 2,5 Triliun


Minggu, 12 Mei 2019 | 16:35:35 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat. Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan uang kepada masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menyiapkan uang sebesar Rp 2,59 triliun.

Kepala Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi, Kantor Perwakilan BI Provinsi JambiA Pandu Wirawan mengatakan, Bank Indonesia juga telah mempersiapkan persediaan uang Rupiah yang mencukupi baik dari sisi jumlah nominal maupun dari sisi jenis pecahan, serta mengoptimalkan distribusi uang Rupiah di kota Jambi maupun di wilayah lain di Provinsi Jambi.

"Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan dan Idul Fitri 1439H /2018M (22 April s.d 31 Mei 2019) sebesar Rp2,59 triliun atau meningkat 1,82 persen dari realisasi outflow periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun sebelumnya sebesar Rp2,56 triliun," ujarnya belum lama ini.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Pandu menyebut  BI Provinsi Jambi menjamin ketersediaan uang tunai untuk kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Selain itu, supaya penukaran uang  kepada masyarakat optimal dan terlayani dengan mudah, bank sentral bekerja sama dengan 35 bank umum di Kota Jambi dan masyarakat dapat menukar uang selama hari kerja mulai pukul 09.30 - 13.00 WIB tanpa dipungut biaya. Bank umum tersebut diantaranya BNI, BRI, Mandiri, Bank Jambi, BNI Syariah dan Maybank.

"Kita tidak melayani transaksi penukaran uang. Masyarakat silahkan mendatangi bank-bank umum yang sudah bekerja sama dengan kita," sampainya.

Sedangkan bagi masyarakat di luar Kota Jambi, Pandu mengatakan jangan khawatir. Sebab BI Provinsi Jambi juga menitipkan uang penukaran kepada khas di sejumlah kabupaten diantaranya BNI Cabang Muara Bungo, BNI cabang Kuala Tungkal dan BPD Jambi Kantor Cabang Sarolangun.

Oleh karenanya, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar melakukan penukaran uang Rupiah di loket resmi yang telah ditetapkan tersebut agar terhindar dari peredaran uang palsu, pemotongan atau pengenaan biaya dalam penukaran.

"Berhati-hati dalam melakukan transaksi tunai. Teliti uang Rupiah yang diterima dengan teknik 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang)," tuturnya.

Kemudian, untuk memperlakukan dan merawat Rupiah dengan baik melalui 5 JANGAN (Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi dan Jangan Dilipat).

"Berhati-hati dalam membawa uang tunai dalam jumlah yang cukup besar guna menghindari perampokan, pencurian, dan lain sebagainya. Meningkatkan penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) dan/atau Uang Elektronik (e-money) untuk menghindari risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments