Selasa, 12 November 2019

Berkostum Kotak Suara, Pria Ini Desak Gubernur Tak Tandatangani SK Pemberhentian Syaihu Cs


Senin, 13 Mei 2019 | 12:30:44 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Seorang pemuda asal Sarolangun menggelar aksi dengan memakai kostum kotak suara dirantai dan digembok di kantor Gubernur Jambi, Senin (13/5/2019) siang. Dia mendesak Gubernur Jambi Fahchror Umar untuk tidak menandatangani Surat Keputusan (SK) pemberhentian Syaihu dkk.

Aksi ini dilakukannya mulai dari Simpang Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi, dan berjalan kaki menuju kantor Gubernur Jambi.

Koordinator Aliansi Pemuda Peduli Sarolangun, Ismet Isnaini mengaku sengaja melakukan aksi tunggal ini untuk menyuarakan aspirasinya.

"Proses demokrasi kita ini sudah ternodai dengan ulah caleg yang mengangkangi aturan, namun dengan kekuatannya bisa mengicuh aturan ini," katanya.

Dia mengatakan, dalam Undang-Unfang No 7 tahun 2017 dan PKPU no 5 tahun 2019 jelas Caleg yang pindah parpol wajib mundur.

Aturan ini dipatuhi oleh caleg lain, seperti H Salam, dia mundur dari Hanura saat maju lewat Perindo. Begitu juga  Istri Gubernur Jambi Rahima, juga mundur dari Demokrat karena maju Nasdem. Termasuk di seluruh caleg di Indonesia.

"Makanya ini sangat aneh jika dibiarkan. Sudah diberhentikan Gubernur, di gugat di PTUN. Sudah dicoret KPU, di PTUN. Sekarang minta mundur. Karena itu kami mendesak Gubernur tidak menandatangani karena sudah cacat admibistrasi dan hukum," katanya.

Seperti diketahui, empat Caleg Sarolangun itu terancam tak bisa diusulkan untuk dilantik sebagai anggota DPRD Sarolangun periode 2019-2024, dengan alasan pindah partai namu tidak mengundurkan diri dari anggota dewan Sarolangun.

Sesuai PKPU No 5 tahun 2019 tentang penetapan calon terpilih, penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih dalam pemilihan umum. Dimana calon terpilih yang masih aktif menjadi anggota DPRD padahal dia mencalonkan diri dengan pindah partai, maka tidak dapat diusulkan menjadi calon terpilih.

Keempat caleg tersebut yakni M Syaihu (Demokrat), Cik marleni (Golkar), Aang Purnama (Demokrat), dan A Zakir Azmi (Golkar).


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments