Senin, 22 Juli 2019

Tingginya Konflik Petani dengan Gajah, TNBT Tebo akan Ditetapkan Menjadi KEE


Senin, 24 Juni 2019 | 16:45:12 WIB


Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Akhmad Bestari
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Akhmad Bestari / istimewa

JAMBI - Jalur gajah di luar kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Kabupaten Tebo akan ditetapkan menjadi kawasan ekosistem esensial (KEE). Pasalnya, potensi konflik gajah dengan petani maupun dengan perusahaan perkebunan di kawasan tersebut cukup tinggi. Sehingga wacana penetapan koridor gajah dengan sekema KEE itu dirasa sangat penting.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Akhmad Bestari mengatakan, KEE merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi berupa keanekaragaman hayati sebagaimana yang dianut dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi. Selain itu, KEE sangat berperan penting dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati.

"Jadi memang itu sangat kita butuhkan. Karena satwa gajah itu jalurnya jalur alami. Dari dulu gajah-gajah di sana melalui jalur itu saja. Jadi kalau ada aktivitas masyarakat di sana pasti diterobos," ujarnya, Senin (24/6/2019).

Bestari menyebut, saat ini sudah ada delapan pihak swasta yang terlibat. Dan beberapa perusahaan kehutanan yang berkomitmen mengalokasikan sebagian arealnya untuk koridor gajah. "Jalurnya sudah dipetakan, kita sudah punya roolmapnya di areal mana saja," sebutnya.

Ke depan, kata Bestari, koridor gajah tersebut akan dipasangi kawat listrik sejauh 155 Km dengan menggunakan solar cell tenaga surya yang tidak membahayakan masyarakat. "Tentu masyarakat yang terdampak atau yang di sekitar jalur itu kita perhatikan. Tidak mungkin program ini berhasil jika masyarakat tidak kita libatkan. Mulai dari perencanaan awal," jelasnya.

Bestari menjelaskan, terkait rencana ke depan nantinya masyarakat yang di sekitar jalur itu bisa dikembangkan perekonomian produktifnya sehingga mengurangi mereka bekerja lebih jauh di kawasan hutan. "Jangka panjangnya kemarin sudah saya sampaikan, saya mengusulkan agar di Provinsi Jambi itu dibentuk PT khusus penangkaran gajah, itu bisa menjadi potensi wisata dan meningkatkan perekonomiannya," paparnya.

Anggarannya sendiri, disampaikan Bestari, menjadi kewenangan dari pihak BKSDA, dan bantuan dari negara-negara donatur. "Kemarin saya sepakat dengan kepala BKSDA tidak hanya sekadar konsep, namun penganggaranya seperti apa. Terus melibatkan masyarakat sekitar seperti apa. Sejauh ini mereka berkomitmen untuk itu, mereka ingin melihat komitmen kita pemerintah daerah, kalau sejalan semua Insya Allah lancar," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments