Senin, 23 September 2019

Ditpolairud Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster


Senin, 13 Mei 2019 | 16:23:37 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI – Petugas Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi sekira pukul 01.00 WIB, Senin (13/5/2019) dini hari, menggagalkan penyelundupan puluhan ribu baby lobster. Tiga orang tersangka juga berhasil diamankan.

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji mengatakan, penyelundupan baby lobster tersebut digagalkan setelah pihaknya mengamankan mobil Kijang Innova BH 1129 MJ di Jalan Gatot Subroto, Desa Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Pada saat diamanakan, kata Fauzi, mobil yang dikendarai oleh tersangka SBR tersebut mengangkut muatan 8 boks yang berisikan baby lobster. Hasil pemeriksaan terhadap SBR, boks berisi baby lobster tersebut diangkut dari kawasan Simpang Kawat, Kota Jambi.

Kemudian sekira pukul 01.30 WIB, diamankan tersangka RN, yang tengah mengendarai mobil Daihatsu Xenia BH 1460 HW. Selain SBR dan RN, Fauzi mengatakan pihaknya juga mengamankan tersangka JA.

“Tersangka SBR dan RN ini berperan sebagai sopir, sedangkan JA hanya sebagai kernet,” ujar Fauzi kepada wartawan di Mako Polairud Polda Jambi.

Dari penangkapan ketiga tersangka, Fauzi mengatakan pihaknya mengamankan barang bukti lebih kurang 46.500 ekor baby lobster. Disebutkannya, baby lobster tersebut dibawa dari Kota Jambi dengan tujuan Desa Lambur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim.

“Untuk mengangkut baby lobster ini, tersangka (SBR, red) mendapat upah 400 ribu. Sedangkan kernetnya (JA, red) dapat 100 ribu,” sebut Fauzi.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, pihaknya juga melakukan pengembangan untuk menangkap AG, orang yang diduga sebagai pemilik baby lobster tersebut. Namun AG berhasil melarikan diri, dan saat ini telah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Dikatakannya lagi, saat melakukan pengembangan terhadap AG, pihaknya menemukan 13 boks berisi lebih kurang 78.000 ekor baby lobster yang dibuang di pinggir jalan Desa Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjabtim. Fauzi mengatakan, boks berisi baby lobster tersebut diduga sengaja dibuang oleh AG.

Saat ini, sambung Fauzi, pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. Fauzi menyebutkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, serta dengan pihak Karantina Kelautan dan Perikanan untuk mengamankan barang bukti baby lobster.

“Untuk tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara serta denda 1,5 miliar,” pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments