Senin, 26 Agustus 2019

Tanjabtim Kekurangan 9 Dokter Gigi


Selasa, 14 Mei 2019 | 14:59:45 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK-Hingga saat ini Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), masih kekurangan dokter. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), masih kekurangan 9 dokter gigi. Bertambahnya kekurangan dokter di Tanjabtim, karena 3 dokter telah lulus pada penerimaan CPNS lalu.

Kepala Dinkes Tanjabtim, Ernawati menjelaskan, kekurangan dokter di Tanjabtim, bukan untuk di Rumah Sakit Umum Daerah Nurdin Hamzah, tapi kekurangam itu di Puskesmas yang ada di Tanjabtim.

"Kalau kemarin kita kurang 6 dokter, tapi karena lulus CPNS didaerah lain 3 orang. Sehingga kita kekurangan kita menjadi 9 orang,"ungkapnya.

Kekurangan dokter di Puskesmas ini menjadi persoalan. Sebab, dokter ini juga salah satu penentu akreditasi Puskesmas yang ada di Tanjabtim. Memang lanjutnya, masih ada 6 Puskesmas sampai saat ini belum terakreditasi. Makanya, Dinkes akan mengupayakan kekurangan dokter ini terpenuhi. Rencananya, Pemkab Tanjabtim akan mengajukan ke pemerintah pusat lewat program nusantara sehat.

Ernawati menjelaskan, memang masih ada 6 Puskesmas dari 17 Puskesmas yang ada di Tanjabtim belum terakreditasi. Namun, jika dilihat dari target RPJMD, maka 11 telah terpenuhi satu Puskesmas terakreditasi di 11 Kecamatan di Tanjabtim. Meski demikian, Dinkes akan terus mengejar agar 6 Puskesmas lainnya agar diakreditasi. Bahkan, tahun ini juga akan dilakukan akrediatasi di 2 Puskesmas.

Jika telah diakreditasi lanjutnya, maka pelayanan di Puskesmas itu akan semakin meningkat. Sebab, semua penunjang juga telah dipenuhi dalam proses akreditasi. Sebab, sudah menjadi kewajiban agar Labor, Gizi, Farnasi, Kesling dan Kesmas dilengkapi agar dapat diakreditasi.

"Jika telah diakreditasi, maka Puskesmas itu sudah dapat melayani pasien BPJS,"jelasnya.

Di samping itu, Puskesmas yang telah diakreditasi juga akan dilakukan evaluasi. Tahun ini ada 3 Puskesmas yang akan dievaluasi, Puskesmas Sabak Timur, Nipah Panjang dan Rantau Rasau. Pada evaluasi ini diharapkan ada peningkatan, jika penilaiannya masih sama seperti sebelumnya, maka Puskesmas itu tidak berkembang.

"Apalagi kalau sampai turun hasil evaluasinya, kalau tidak menibgkat saja sudah menandakan tidak baik,"katanya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments